Ilustrasi - Pergerakan pasar sahan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan terakhir pekan ini pukul 9.00 WIB (27/3) sebelum libur Lebaran 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik dibuka melemah ke level 6.440,47 atau turun 0,49 persen dari level 6.472,35 pada perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 239,53 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 22 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp299,75 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 115 saham terkoreksi, sebanyak 149 saham menguat dan sebanyak 202 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Berpeluang Dekati Level 6.500, Ini Sentimen Pendorongnya
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diprediksi akan bergerak variatif cenderung menguat terbatas.
“IHSG hari ini diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat terbatas dengan kisaran support 6.235-6.361 dan resist 6.587-6.707,” ucap Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 27 Maret 2025.
Manajemen CGS melihat, melemahnya mayoritas indeks di bursa Wall Street dan potensi keberlanjutan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan menjadi sentimen negatif untuk pasar.
Kemudian, aksi net foreign buy oleh investor asing masih berlanjut, harga komoditas yang menguat, serta pengumuman pembagian dividen oleh bank-bank jumbo pelat merah berpotensi menjadi katalis positif untuk IHSG.
Baca juga: Pemegang Saham BNI Restui Buyback Saham Rp1,5 Triliun
Adapun, CGS International Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Kemudian tiga saham lain yang direkomendasikan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More
Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More
Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More
Poin Penting Realisasi investasi 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, tumbuh 12,7 persen (yoy) dan melampaui target… Read More