Market Update

IHSG Dibuka Melemah 0,27 Persen ke Posisi 6.896

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka kembali melemah pada level 6.896,65 dari posisi 6.915,36 atau turun 0,27 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (2/7).

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 309,25 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 24 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp350,50 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 110 saham terkoreksi, sebanyak 159 saham menguat dan sebanyak 230 saham tetap tidak berubah.

Research Phintraco Sekuritas, Ratna Lim sebelumnya telah memprediksi bahwa IHSG pada hari ini akan bergerak dalam rentang level 6.840 hingga 7.000.

“Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan cenderung konsolidasi di kisaran level 6.840-7.000, menunggu katalis baru untuk menentukan arah. Selama belum ada breakout dari area tersebut, pergerakan indeks cenderung terbatas dan rawan pullback teknikal,” ucap Ratna dalam risetnya di Jakarta, 2 Juli 2025.

Baca juga: IHSG Diprediksi Melemah, Sederet Saham Ini Berpotensi Tetap Cuan

Hal itu juga sejalan dengan IHSG ditutup melemah di level 6.915.36 atau minus 0,18 persen di perdagangan Rabu (1/7), laporan keuangan beberapa bank BUMN yang mencatatkan penurunan laba per Mei 2025 menjadi salah satu alasan yang memicu investor melakukan profit taking.  

Selain itu, disinyalir investor cenderung melakukan trading jangka pendek, menjelang masa penawaran umum perdana saham atau IPO yang masif. 

Di sisi lain, kinjera APBN di semester I 2025 juga akan menjadi perhatian investor. Diketahui, laporan kinerja APBN semester I 2025 menunjukkan pendapatan negara mencapai Rp1.201 triliun dan diperkirakan hanya akan mencapai Rp2.865,5 triliun atau 95,4 persen dari target pada akhir tahun. 

Sedangkan belanja negara pada semester I 2025 mencapai Rp1.407 triliun dan diperkirakan mencapai Rp3.527,5 atau 97,4 persen dari target pada akhir tahun. Sehingga defisit APBN diperkirakan akan mencapai 2,78 persen dari PDB, lebih besar daripada target 2,53 persen dari PDB.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan tumbuh 4,8-5,0 persen, di bawah target 5,2 persen.

Baca juga: Aliran Dana Asing Kembali Keluar Rp536,75 Miliar, Ini 5 Saham Terbanyak Dijual

Realisasi APBN yang di bawah target semula hingga semester I tersebut, inflasi Juni yang lebih tinggi dari perkiraan, serta masih terdapat ketidakpastian tarif impor. Sentimen tersebut diperkirakan akan menjadi faktor negatif bagi pergerakan IHSG. 

Sementara untuk perdagangan pasar saham hari ini, Phintraco Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan, di antaranya adalah PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA).

Kemudian, ada saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda

Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More

9 hours ago

Rekomendasi 5 Aplikasi Nabung Emas yang Aman dan Praktis

Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More

9 hours ago

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More

14 hours ago

Investasi Reksa Dana BNI AM Kini Bisa Dibeli di Kantor Cabang KB Bank

Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More

14 hours ago

Kadin Gandeng US-ABC Perluas Ekspor Alas Kaki ke AS

Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More

18 hours ago

Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More

20 hours ago