Market Update

IHSG Dibuka Melemah 0,07 Persen ke Posisi 8.026

Poin Penting

  • Pagi ini IHSG dibuka turun 0,07 persen ke 8.026,10 dengan 143 saham terkoreksi, 242 menguat, dan 244 stagnan
  • Investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp599,51 miliar, terutama pada BBCA, BBRI, BUMI, HRTA, dan NCKL.
  • Indeks Keyakinan Konsumen Januari naik ke 127, didukung pemulihan sektor teknologi di Wall Street, memberi dorongan potensi penguatan IHSG.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (10/2) pukul 09.00 WIB dibuka merah pada level 8.026,10 atau melemah tipis 0,07 persen dari posisi 8.031,87.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 513,05 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 51 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp332,62 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 143 saham terkoreksi, 242 saham menguat dan 244 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Berpotensi Lanjut Terkoreksi, Cek 4 Saham Rekomendasi Analis

Analis Reliance Sekuritas Indonesia, sebelumnya telah memprediksi bahwa IHSG secara teknikal masih berpotensi untuk bergerak cenderung melemah pada rentang level 7.979-8.068.

“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 7.970 dan resistance pada level 8.068 dengan kecenderungan menguat,” ucap analis Reliance dalam risetnya di Jakarta, 10 Februari 2026.

Diketahui, pada perdagangan kemarin (6/2) IHSG ditutup menguat pada level 8.031,87 atau naik 1,22 persen. Penguatan dipimpin oleh saham-saham sektor bahan baku dan konsumer siklikal.

Pada perdagangan kemarin, investor asing membukukan net sell sebesar Rp599,51 miliar di pasar reguler dengan saham-saham yang paling banyak dijual seperti BBCA, BBRI, BUMI, HRTA, dan NCKL. 

Baca juga: BSI Siap Tingkatkan Free Float Saham Jadi 15 Persen

Sentimen positif itu disebabkan oleh Bank Indonesia (BI) yang mengumumkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Januari mencapai level 127, naik signifikan dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 123,5.

Adapun, indeks utama bursa Amerika Serikat (AS) Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas menguat. 

Hal itu didorong oleh pemulihan di sektor teknologi yang berlanjut setelah kerugian besar yang dipicu oleh AI pekan lalu. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Empat Direksi Bank JTrust Kompak Borong Saham BCIC

Poin Penting Direksi PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) memborong 162.800 saham pada 26 Februari… Read More

11 hours ago

INDEF: Inflasi Pangan Gerus Daya Beli, Picu Fenomena “Mantab”

Poin Penting INDEF menilai lonjakan harga pangan membuat masyarakat menengah bawah fokus ke kebutuhan pokok… Read More

12 hours ago

Konflik Timur Tengah Memanas, Pakar Nilai Impor Minyak AS Jadi Opsi Mitigasi

Poin Penting Pakar Universitas Padjajaran Yayan Satyakti mengusulkan Indonesia segera impor minyak mentah dari AS… Read More

12 hours ago

BI: Inflasi Februari 2026 Dipengaruhi Faktor Base Effect

Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More

12 hours ago

BPS: Emas Alami Inflasi Selama 30 Bulan Berturut-turut

Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More

14 hours ago

GoTo Klarifikasi soal Investasi Google dan Status Nadiem Makarim

Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More

15 hours ago