Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada perdagangan hari ini (23/7) pukul 9.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali dibuka meningkat ke level 7.384,55 dari level 7.344,73 atau menguat 0,54 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 415,75 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 32 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp278,76 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 68 saham terkoreksi, sebanyak 246 saham menguat, dan sebanyak 233 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Diproyeksi Menguat, 4 Saham Ini Direkomendasikan Cuan
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diprediksi akan bergerak variatif cenderung melemah.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.195-7.270 dan resistance 7.420-7.495,” ucap Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 23 Juli 2025.
Manajemen CGS melihat menguatnya mayoritas indeks di bursa Wall Street dan naiknya harga beberapa komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Di sisi lain, kembali adanya aksi jual investor asing dan posisi indeks yang sudah overbought berpeluang menjadi katalis negatif untuk IHSG.
Baca juga: Dana Asing Masuk Rp546 M, Ini 5 Saham yang Paling Diborong Investor
Pada perdagangan pasar saham hari ini, CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Ada juga saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More
Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More
Poin Penting PT Kawasan Industri Terpadu Batang menjalin kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi… Read More