Market Update

IHSG Dibuka Hijau, Naik 0,15 Persen ke Posisi 7.548

Jakarta – Pada pembukaan perdagangan hari ini (4/8) pukul 09:00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka hijau naik 0,15 persen dari posisi 7.537,76 ke level 7.548,81.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 484,72 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 54 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp319,59 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 103 saham terkoreksi, sebanyak 252 saham menguat dan sebanyak 270 saham tetap tidak berubah. 

Baca juga: Begini Pergerakan Saham Indeks INFOBANK15 dalam Sepekan

Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diprediksi akan bergerak variatif cenderung melemah.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.420-7.480 dan resistance 75.95-7.655,” ucap Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 4 Agustus 2025.

Lebih lanjut, manajemen CGS menilai, indeks bursa Wall Steet yang cukup dalam seiring melemahnya data nonfarm payrolls diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

Sementara itu, naiknya harga beberapa komoditas seperti emas, CPO, nikel, timah, dan tembaga, serta meredanya aksi jual investor asing diprediksi akan menjadi sentimen positif untuk IHSG.

Baca juga: IHSG Berpeluang Melemah, Cek Rekomendasi Saham Berikut

Rekomendasi Saham Hari Ini

Pada perdagangan saham hari ini, CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan. Di antaranya adalah PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL).

Ada juga saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

4 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

4 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

5 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

5 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

5 hours ago