Ilustrasi: Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 09.00 WIB (1/8) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka meningkat pada level 7.542,10 atau menguat 0,77 persen dari posisi 7.484,33.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 381,56 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 37 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp439,01 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 117 saham terkoreksi, sebanyak 224 saham menguat dan sebanyak 235 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Dana Asing Kabur Rp1,02 Triliun, Saham BBCA dan BMRI Paling Banyak Dilego
Sebelumnya, Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal berpeluang melanjutkan pelemahannya menuju support 7.355-7.454.
“IHSG bergerak di zona merah, ditutup di bawah MA5 di 7.526. Maka ada kemungkinan IHSG melanjutkan pelemahan menuju support 7.355-7.454,” ucap Manajemen Panin Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 1 Agustus 2025.
Adapun, secara keseluruhan pergerakan IHSG hari ini diperkirakan masih akan mengalami pelemahan yang disebabkan oleh mekanisme perubahan tarif menjadi sentimen negatif.
Baca juga: Saham Bank Menarik untuk Investasi Jangka Panjang, Begini Prospeknya
Kemudian, melemahnya sebagian besar komoditas hari ini dan masih derasnya outflow dana asing yang tercatat sebesar Rp1,3 triliun pada perdagangan kemarin, diprediksi akan jadi sentimen negatif pasar.
Sementara, pada perdagangan kemarin (31/7), IHSG ditutup melemah 65,55 poin atau turun 0,87 persen di level 7.484,34. Pelemahan dipicu terkoreksinya 3 saham bank jumbo, yakni BBRI, BMRI, dan BBCA.(*)
Editor: Galih Pratama
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More