Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka naik pada level 8.272,82 dari posisi 8.227,20 atau menguat 0,55 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (14/10).
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 523,60 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 54 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp560,79 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 76 saham terkoreksi, 268 saham menguat, dan 235 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat, Berikut Rekomendasi Saham Potensial Cuan
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan mengalami rebound setelah terkoreksi pada perdagangan kemarin.
“Pada perdagangan kemarin, Senin, (13/10) IHSG ditutup turun 0,37 persen atau minus 30,65 poin ke level 8.227. IHSG hari ini (14/10) diprediksi rebound dalam range 8.100-8.280,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 14 Oktober 2025.
Ia melihat pergerakan IHSG hari ini bakal dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri. Pada perdagangan kemarin, IHSG terkoreksi mengikuti pergerakan bursa di Kawasan Asia Pasifik. Saham konglomerasi masih jadi penopang IHSG dan investor asing outflow di pasar reguler senilai Rp586 miliar yang didominasi oleh saham perbankan Big Caps.
Baca juga: IHSG Melambung karena Saham Kurang Likuid? Ini Penjelasan DBS Bank
Adapun sentimen dari mancanegara, yakni Bursa Wall Street kembali mengalami rebound di awal pekan, dengan indeks Nasdaq naik 2,21 persen dan S&P 500 menguat 1,56 persen.
Sementara komentar Trump di sosial media yang mengatakan “Semuanya akan baik-baik saja” mengurangi kekhawatiran eskalasi konflik tarif dengan Tiongkok. (*)
Editor: Galih Pratama
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More