Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka rebound pada level 8.542,58 dari posisi 8.521,88 atau menguat 0,24 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (26/11).
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini sebanyak 746,14 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 60 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp557,47 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 110 saham terkoreksi, 264 saham menguat, dan 262 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, Simak 4 Saham Rekomendasi Analis
Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak positif pada rentang 8.480-8.600.
“Pada perdagangan kemarin, Selasa (25/11) IHSG ditutup melemah 0,56 persen atau turun 48,36 poin ke level 8.521. IHSG hari ini (26/11) diprediksi positif dalam kisaran 8.480-8.600,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 26 November 2025.
Ia melihat pergerakan IHSG hari ini bakal dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri. Di antaranya IHSG yang kembali dilanda aksi profit taking senada dengan outflow di seluruh pasar ekuitas domestik senilai Rp308 miliar (25/11).
Saham perbankan Big Caps jadi pemicu pelemahan IHSG. Tercatat, investor asing outflow di saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp1,20 triliun (25/11).
Sementara sentimen global datang dari Bursa Wall Street yang kompak menguat dengan indeks Dow Jones naik 1,43 persen dan S&P 500 meningkat 0,91 persen. Pelaku pasar merespons positif kenaikan probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember 2025.
Baca juga: Dana Asing Masuk Rp3,03 Triliun, Saham BRMS, BREN, dan BMRI Laris Manis
Sementara, pelaku pasar menantikan rilis data indeks konsumen, seperti Michigan Consumer Sentiment dan PCE index pada pekan depan untuk memperkuat sinyal kebijakan The Fed.
Adapun sebelumnya dalam rilis inflasi di tingkat produsen (PPI) kemarin (25/11), secara tahunan (yoy) terkendali di level 2,7 persen.
Di sisi lain, bursa di kawasan Asia Pasifik secara intraday juga menguat dengan Indeks Nikkei 225 naik 1,55 persen dan KOSPI menguat 1,23 persen (26/11). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More
Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More
Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More
Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah gelontorkan insentif Ramadan–Lebaran Rp12,8 triliun untuk jaga daya beli dan dorong konsumsi.… Read More
Poin Penting Allo Bank membukukan laba bersih Rp574 miliar pada 2025, naik 23 persen yoy,… Read More