Ilustrasi: Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (7/3) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di level 6.626,29 atau naik 0,13 persen dari posisi 6.617,84.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 392,71 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 18 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp251,13 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 81 saham terkoreksi, sebanyak 159 saham menguat dan sebanyak 219 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BRIS hingga ISAT
Sebelumnya, Panin Sekuritas, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diharapkan dapat melanjutkan penguatannya pada level 6.866.
“Hari ini IHSG diharapkan mampu bertahan dan ditutup di atas MA20, sehingga berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance selanjutnya yaitu MA50 di 6.866. Namun, jika IHSG memilih melemah, maka support terdekat berada pada MA5 di 6.530,” ucap Manajemen Panin Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 7 Maret 2025.
Baca juga: Pasar Saham Tertekan, Apa Kabar Minat Emiten yang Mau IPO?
Pada perdagangan kemarin (6/3) IHSG ditutup menguat 86,45 poin atau naik 1,32 persen di level 6.617,85, yang didorong oleh menguatnya saham BBRI, DCII dan BREN.
Adapun, pada perdagangan Kamis, investor asing tercatat telah mencatatkan Net Buy Rp183,30 miliar pada perdagangan pasar reguler. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More