Ilustrasi - Pergerakan pasar sahan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (8/1) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada zona hijau ke level 7.102,20 atau menguat 0,27 persen dari level 7.083,28.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 267,23 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 19 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp278,26 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 95 saham terkoreksi, sebanyak 135 saham menguat dan 263 saham tetap tidak berubah.
Sebelumnya, Panin Sekuritas, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal masih berpeluang untuk melanjutkan penguatan menuju level resistance 7.269, jika mampu ditutup pada posisi 7.159.
“Tugas IHSG hari ini adalah ditutup di atas MA20 dan MA5 di sekitar 7.159, sehingga berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance 7.269. Di sisi lain, jika IHSG memilih melemah, maka support 6.930-7.000 diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG,” ucap Manajemen Panin Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 8 Januari 2025.
Baca juga: OJK Tengah Siapkan Modul Kurikulum Pasar Saham untuk Anak SD hingga SMA
Baca juga: Pasar Saham RI Melempem di Akhir 2024, Nilai Kapitalisasi Capai Rp12.336 Triliun
Pada perdagangan kemarin (7/1) IHSG ditutup menguat tipis 2,81 poin atau naik 0,04 persen di level 7083,28. Penguatan IHSG didorong oleh naiknya saham BREN, AMMN dan ASII.
Sementara itu, investor asing telah mencatatkan Net Sell mencapai Rp479,40 miliar pada perdagangan pasar reguler.
Adapun, sentimen yang akan memengaruhi gerak IHSG hari ini, antara lain tren kenaikan yield obligasi di Amerika Serikat (AS) yang akan memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah, inflasi yang masih tinggi khususnya di negara Eropa, dan masih derasnya outflow dana asing. (*)
Baca juga: Begini Prospek Saham Big Banks pada 2025
Baca juga: BEI Catat 22 Perusahaan Antre IPO, Mayoritas Beraset Jumbo
Editor: Galih Pratama
Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More
Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More
Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More
Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More
Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More
Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,89 persen ke level 7.214,17 pada awal perdagangan (9/4), dari… Read More