Ilustrasi Pergerakan saham big banks yang kompak turun usai BI umumkan tahan suku bunga 4,75 persen, Rabu, 22 Oktober 2025. (Foto: istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (7/2) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka merosot ke level 6.740,30 atau turun sebanyak 1,97 persen dari level 6.875,53.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 516,60 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 30 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp629,09 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 111 saham terkoreksi, sebanyak 144 saham menguat dan sebanyak 220 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Masih Rawan Koreksi, 4 Saham Ini Direkomendasikan
Sebelumnya, Panin Sekuritas, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal memiliki dua kemungkinan, yakni IHSG dapat berpotensi rebound atau melanjutkan trend bearish yang terjadi sejak akhir September lalu.
“IHSG berpotensi rebound menuju resistance pertama di range 6.930-7.000. Di sisi lain, ada kemungkinan juga IHSG melanjutkan trend bearish yang terjadi sejak akhir September lalu, dengan support lower channel merah di sekitar 6.700-6.750,” ucap Manajemen Panin Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 7 Februari 2025.
Pada perdagangan kemarin (6/2) IHSG kembali ditutup anjlok sebanyak 2,12 persen ke level 6.875,53 dari dibuka pada level 7.024,22.
Baca juga: BNI Rencanakan Buyback Saham Besar-Besaran, Rp905 Miliar Disiapkan
Pelemahan IHSG itu ditekan oleh melemahnya beberapa saham, seperti BBRI, BMRI, dan TPIA, yang mana investor asing mencatatkan net sell senilai Rp2,38 triliun pada perdagangan pasar reguler.
Panin Sekuritas melihat pergerakan IHSG hari ini akan lanjut melemah yang didorong oleh, tensi dagang yang masih tinggi antara Amerika Serikat (AS)-China, nilai tukar rupiah yang kembali melemah, dan masih derasnya outflow dana asing. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya berencana membeli anak usaha BRI untuk dijadikan penyalur langsung KUR UMKM,… Read More