Dua orang pekerja melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (29/1) pukul 09.00 WIB dibuka lanjut melemah ke level 7.979,02 dari posisi 8.320,55 atau ambles 4,10 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 1,95 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 143 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp2,56 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 428 saham terkoreksi, sebanyak 95 saham menguat dan sebanyak 140 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: Pasar Saham Berdarah, IHSG Ditutup Rontok 7,35 Persen di Tengah Lonjakan Transaksi
Manajemen Reliance Sekuritas Indonesia, sebelumnya telah memprediksi bahwa IHSG secara teknikal masih berpotensi untuk bergerak cenderung melemah pada rentang level 7.974-8.188.
“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 7.974 dan resistance pada level 8.188 dengan kecenderungan melemah,” kata Manajemen Reliance dalam risetnya di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.
Pada perdagangan kemarin (28/1) IHSG ditutup melemah pada level 8.320,56 atau turun 7,35 persen. Pelemahan dipimpin oleh saham-saham sektor infrastruktur dan energi.
Sementara itu, asing membukukan net sell sebesar Rp6,12 triliun di pasar reguler dengan saham-saham yang paling banyak dijual seperti BBCA, BMRI, BBRI, TLKM, dan ANTM.
Baca juga: Outflow Investor Asing Tembus Rp1,65 Triliun, Saham-saham Berikut Terbanyak Dijual
Sentimen negatif berasal dari keputusan MSCI yang menghentikan atau menjeda sejumlah penyesuaian terkait saham Indonesia dalam indeks mereka.
Langkah itu menyoroti isu investability pasar Indonesia, termasuk transparansi struktur kepemilikan serta kekhawatiran atas perilaku perdagangan yang terkoordinasi.
Sementara itu, indeks utama Wall Street ditutup mayoritas menguat. Sentimen positif dipicu oleh keputusan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga acuan sesuai ekspektasi di kisaran 3,5-3,75 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi (Pertalite dan solar) maksimal 50 liter per kendaraan… Read More
Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More
Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More
Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More
Poin Penting Kontribusi segmen wholesale mencapai sekitar 64 persen dari total portofolio kredit 2025 dan… Read More
Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More