Market Update

IHSG Dibuka Ambles 4,10 Persen ke Level 7.979, Aksi Jual Asing Masih Dominan

Poin Penting

  • IHSG dibuka melemah 4,10% ke level 7.979, dengan tekanan jual mendominasi mayoritas saham di awal perdagangan.
  • Aksi jual asing mencapai Rp6,12 triliun, dipimpin saham BBCA, BMRI, BBRI, TLKM, dan ANTM.
  • Sentimen negatif MSCI menekan pasar, sementara dari global, Wall Street menguat usai The Fed menahan suku bunga.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (29/1) pukul 09.00 WIB dibuka lanjut melemah ke level 7.979,02 dari posisi 8.320,55 atau ambles 4,10 persen.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 1,95 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 143 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp2,56 triliun. 

Kemudian, tercatat terdapat 428 saham terkoreksi, sebanyak 95 saham menguat dan sebanyak 140 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: Pasar Saham Berdarah, IHSG Ditutup Rontok 7,35 Persen di Tengah Lonjakan Transaksi

Manajemen Reliance Sekuritas Indonesia, sebelumnya telah memprediksi bahwa IHSG secara teknikal masih berpotensi untuk bergerak cenderung melemah pada rentang level 7.974-8.188.

“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 7.974 dan resistance pada level 8.188 dengan kecenderungan melemah,” kata Manajemen Reliance dalam risetnya di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

Pelemahan Dipimpin Sektor Infrastruktur dan Energi

Pada perdagangan kemarin (28/1) IHSG ditutup melemah pada level 8.320,56 atau turun 7,35 persen. Pelemahan dipimpin oleh saham-saham sektor infrastruktur dan energi.

Sementara itu, asing membukukan net sell sebesar Rp6,12 triliun di pasar reguler dengan saham-saham yang paling banyak dijual seperti BBCA, BMRI, BBRI, TLKM, dan ANTM.

Baca juga: Outflow Investor Asing Tembus Rp1,65 Triliun, Saham-saham Berikut Terbanyak Dijual

Sentimen negatif berasal dari keputusan MSCI yang menghentikan atau menjeda sejumlah penyesuaian terkait saham Indonesia dalam indeks mereka.

Langkah itu menyoroti isu investability pasar Indonesia, termasuk transparansi struktur kepemilikan serta kekhawatiran atas perilaku perdagangan yang terkoordinasi.

Wall Street Menguat, The Fed Tahan Suku Bunga

Sementara itu, indeks utama Wall Street ditutup mayoritas menguat. Sentimen positif dipicu oleh keputusan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga acuan sesuai ekspektasi di kisaran 3,5-3,75 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Pengumuman! Mulai 1 April 2026, Beli BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter per Hari

Poin Penting Pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi (Pertalite dan solar) maksimal 50 liter per kendaraan… Read More

10 hours ago

Laba Bank Mega Tumbuh 28 Persen pada 2025

Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More

10 hours ago

Refocusing Anggaran, Pemerintah Klaim Bisa Hemat Rp130 Triliun

Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More

10 hours ago

Penyaluran MBG Dipangkas, Potensi Hemat Bisa Tembus Rp20 Triliun

Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More

11 hours ago

KB Bank Bidik Pembiayaan Wholesale Tumbuh 70 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting Kontribusi segmen wholesale mencapai sekitar 64 persen dari total portofolio kredit 2025 dan… Read More

11 hours ago

Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More

11 hours ago