Market Update

IHSG Cetak Rekor ATH Baru, Dibuka Perkasa ke Level 8.887

Poin Penting

  • IHSG cetak rekor tertinggi baru dengan dibuka menguat 0,32 persen ke level 8.887,46 pada perdagangan pagi 6 Januari 2026.
  • Aktivitas perdagangan cukup aktif, dengan 1,62 miliar saham diperdagangkan senilai Rp616,51 miliar dan mayoritas saham bergerak menguat.
  • Sentimen domestik tetap positif, ditopang reli IHSG empat hari beruntun dan surplus neraca dagang November 2025 sebesar USD2,66 miliar, meski ada potensi pelemahan teknikal jangka pendek.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka naik pada level 8.887,46 dari posisi 8.859,19 atau menguat 0,32 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (6/1). Ini merupakan rekor tertinggi terbaru lagi di awal pekan 2026.

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan saham hari ini sebanyak 1,62 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 118 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp616,51 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 99 saham terkoreksi, sebanyak 363 saham menguat dan sebanyak 226 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Ini Pendorongnya

Sebelumnya, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, melihat IHSG secara teknikal pada hari ini diprediksi akan bergerak melemah di rentang level 8.780-8.860.

“Pada perdagangan kemarin, (5/1) IHSG ditutup menguat 1,27 persen atau naik 111,05 poin ke level 8.859. IHSG hari ini (6/1) diprediksi melemah dalam range 8.780-8.860,” ucap Ratih dalam risetnya di Jakarta, 6 Januari 2025.

Ia melihat pergerakan IHSG hari ini bakal dipengaruhi oleh sentimen dari dalam negeri. Salah satunya datang dari IHSG yang kembali positif pada awal pekan, menambah reli positif dalam empat hari beruntun dan sekaligus mencatatkan ATH baru. 

Dari sisi data ekonomi domestik pun mencerminkan kondisi yang baik. Indonesia kembali mencatat surplus neraca dagang pada November 2025 dan sudah berlangsung 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. 

Baca juga: Anak Usaha Emtek Diam-diam Borong Saham Superbank Rp25,76 Miliar

Pada November 2025 neraca dagang tercatat surplus USD2,66 miliar atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya USD2,4 miliar.

Adapun sentimen dari mancanegara, Bursa Wall Street kompak positif di awal pekan dengan Indeks Nasdaq naik 0,69 persen dan Dow Jones meningkat 1,23 persen (5/1). 

Sementara, hari ini bursa Asia Pasifik secara intraday bergerak bervariasi cenderung dilanda aksi profit taking setelah reli di awal tahun. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Awal 2026 Saham DADA Melonjak 35 Persen, Ini Pemicunya

Poin Penting Saham DADA melonjak 35% di awal 2026, bergerak cepat dari level Rp50 seiring… Read More

3 hours ago

Pemprov DKI Tunda Kenaikan Tarif Transjakarta, Ini Alasannya

Poin Penting Pemprov DKI menunda kenaikan tarif tahun ini atas arahan pemerintah pusat untuk menjaga… Read More

3 hours ago

Prabowo Sentil Pajak dan Bea Cukai, Ini Respons Menkeu Purbaya

Poin Penting Menkeu Purbaya mengaku tersindir pernyataan Presiden Prabowo soal kinerja pajak dan bea cukai… Read More

6 hours ago

Belanja Pemerintah Pusat Tembus Rp2.602,3 Triliun di Akhir 2025

Poin Penting Realisasi belanja pemerintah pusat hingga akhir 2025 mencapai Rp2.602,3 triliun atau 96,3 persen… Read More

7 hours ago

Maybank Indonesia Buka Rencana 2026, Targetkan Kredit Tumbuh hingga 10 Persen

Poin Penting Maybank Indonesia membidik pertumbuhan kredit di kisaran 9-10 persen, di atas pertumbuhan ekonomi.… Read More

7 hours ago

Defisit APBN Melebar, Purbaya: Saya Bisa Bikin 0 Persen, tapi Ekonomi Morat-Marit!

Poin Penting Defisit APBN 2025 melebar mencapai Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari PDB, lebih… Read More

8 hours ago