Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Phintraco Sekuritas memproyeksikan bahwa pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada esok hari, Rabu, 16 April 2025, berpotensi bergerak fluktuatif dalam rentang level 6.350 hingga 6.500 secara teknikal.
“IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dalam rentang 6.350-6.500 di Rabu (16/4),” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, Selasa, 15 April 2025.
Proyeksi ini didasari oleh pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa, 15 April 2025, yang ditutup menguat 1,14 persen ke level 6.441,68. Secara teknikal, pergerakan tersebut membentuk pola shooting stars.
Baca juga: 335 Saham Hijau, IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.441
“Pergerakan tersebut mengindikasikan adanya keraguan pasar terhadap keputusan pengecualian sejumlah produk teknologi informasi dari reciprocal tariffs oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS),” imbuhnya.
Di sisi lain, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh potensi kesepakatan dagang antara AS dan Inggris. AS diketahui memiliki neraca perdagangan yang relatif seimbang dengan Inggris, berbeda dengan negara lain.
Sementara itu, Indonesia tengah menjalani proses negosiasi perdagangan yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Baca juga: RI Jadi Negara Pertama yang Diundang AS, Bahas Kebijakan Tarif Trump
Dari dalam negeri, isu tarif dan perlambatan konsumsi domestik turut menekan sentimen pasar. Hal ini tecermin dari penurunan indeks keyakinan konsumen (IKK) ke level 121,1 pada Maret 2025, dari 126,4 pada Februari 2025.
Angka tersebut diperkirakan kembali menurun pada April 2025, seiring meningkatnya intensitas kebijakan tarif.
Adapun Phintraco Sekuritas juga merekomendasikan sejumlah saham potensial untuk perdagangan hari ini. Beberapa di antaranya adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Barito Pacific Tbk (BRPT) serta PT Mayora Indah Tbk (MYOR). (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More