Market Update

IHSG Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Berikut

Jakarta – MNC Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (17/1) berpotensi mengalami penguatan untuk menguji level 7.222 hingga 7.323.

“Kami memperkirakan, penguatan IHSG ini merupakan bagian awal dari wave [c] dari wave B pada skenario hitam, maka masih terdapat peluang IHSG menguat menguji 7.222-7.323,” tulis manajemen dalam risetnya, 17 Januari 2024.

Namun, apabila IHSG terkoreksi agresif menembus level 6.931, maka diperkirakan IHSG akan menguji 6.742 hingga 6.835 untuk membentuk wave [c] dari wave Y.

Di mana, pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin (16/1) ditutup menguat 0,39 persen ke level 7,107 dan penguatan IHSG pun sudah mencapai target minimal yang diberikan dan tertahan resistance 7.197. 

MNC Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Baca juga: Suku Bunga BI Dipangkas, 3 Saham Big Banks Ini Diburu Asing

ADRO – Buy on Weakness

ADRO menguat 0,42 persen ke 2.410, namun penguatannya masih tertahan oleh MA20. MNC Sekuritas perkirakan, posisi ADRO saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave (b) dari wave [b] pada skenario hitam atau wave [ii] pada skenario merah.

Buy on Weakness: 2.360-2.410

Target Price: 2.520, 2.660

Stoploss: below 2.300

ANTM – Buy on Weakness

ANTM terkoreksi 0,65 persen ke 1.520 disertai dengan munculnya tekanan jual. MNC Sekuritas perkirakan, posisi ANTM saat ini sedang berada pada bagian dari wave C dari wave (B).

Buy on Weakness: 1.465-1.495

Target Price: 1.575, 1.620

Stoploss: below 1.410

INKP – Buy on Weakness

INKP menguat 1,92 persen ke 6.650 dan masih didominasi oleh volume beli, namun penguatannya masih tertahan resistance 6.750. MNC Sekuritas perkirakan, posisi INKP saat ini sedang berada di awal wave [iv] sehingga masih berpeluang melanjutkan penguatannya.

Buy on Weakness: 6.550-6.650

Target Price: 7.000, 7.375

Stoploss: below 6.425

Baca juga: Suku Bunga BI Dipangkas, Saham Big Banks Kompak Ngegas

MDKA – Buy on Weakness

MDKA terkoreksi 0,62 persen ke 1.600 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Saat ini, diperkirakan posisi MDKA sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (A), sehingga masih rawan melanjutkan koreksinya dahulu.

Buy on Weakness: 1.465-1.550

Target Price: 1.745, 1.895

Stoploss: below 1.330. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Prabowo Genjot Bedah Rumah 400 Ribu Unit, Sasar Seluruh Daerah

Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More

7 hours ago

Negara Rugi Rp25 Triliun dari Rokok Ilegal, Program Prioritas Terancam

Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More

7 hours ago

CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis

OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More

7 hours ago

DPR Soroti Harga BBM, Pemerintah Klaim Siap Hadapi Lonjakan Minyak Dunia

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More

8 hours ago

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

8 hours ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

11 hours ago