Market Update

IHSG Berpotensi Melemah Terbatas, 2 Aturan Ini jadi Penyebab

Jakarta – Pilarmas Investindo Sekuritas melihat indeks harga saham gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (3/8) akan berpotensi mengalami pelemahan secara terbatas dengan level support 6.816 dan level resistance 6.898.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 6.816-6.898,” tulis manajemen dalam market review di Jakarta, 3 Agustus 2023.

Sentimen dalam negeri yang perlu diwaspadai saat ini adalah terkait dengan aturan kewajiban menyimpan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) di dalam sistem keuangan Indonesia yang berpotensi membebankan pelaku usaha, dimana pelaku usaha atau eksportir wajib memasukan DHE minimal 30% selama minimal tiga bulan.

Baca juga: Pemilu 2024 di Depan Mata, Aset Saham Bisa Jadi Primadona

“Tentunya ini akan memberikan dampak pada pelaku usaha, hal ini terkait dengan working capital, sehingga berpotensi akan menggangu aliran modal kerja dan juga kewajiban yang jatuh tempo sehingga ini akan membebankan pelaku usaha dan berpotensi untuk melakukan kegiatan operasional dari saluran pembiayaan atau pinjaman,” imbuhnya.

Di sisi lain dari mancanegara, Eropa beberapa waktu lalu telah mengesahkan UU Anti-deforestasi yang berisikan larangan impor barang hasil penggundulan hutan, aturan tersebut juga membatasi produk dari negara yang dianggap berisiko tinggi agar diawasi lebih ketat, salah satunya Indonesia.

“Selain itu, UU Anti-deforestasi juga dapat mempengaruhi neraca perdagangan Indonesia, tentunya hal ini merupakan sesuatu yang patut kita waspadai ke depannya,” ujar manajemen.

Adapun, UU tersebut juga berpotensi menghambat ekspor beberapa komoditas di Indonesia, dimana salah satunya kopi yang sebelumnya mampu menembus nilai ekspor sebesar USD230 juta atau setara dengan Rp3,45 triliun di tahun 2022. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

5 hours ago

OJK Buka Daftar Saham yang Dikuasai Segelintir Pihak ke Publik

Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More

5 hours ago

AAUI Beberkan Kendala Asuransi Umum Penuhi Kebutuhan Modal

Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More

5 hours ago

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

16 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

16 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

17 hours ago