Dua orang pekerja melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini (28/7) secara teknikal diprediksi akan bergerak variatif cenderung melemah.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.425-7.485 dan resistance 7.600-7.660,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 28 Juli 2025.
Manajemen CGS menjelaskan IHSG hari ini akan “dibayangi” sejumlah sentimen negatif. Di antaranya terkoreksinya harga mayoritas komoditas dan cukup lemahnya kinerja keuangan beberapa emiten di kuartal II 2025.
Baca juga: Intip Gerak Saham Indeks INFOBANK15 dalam Sepekan
“Posisi indeks yang sudah jenuh juga beli berpotensi menjadi katalis negatif untuk IHSG,” jelas manajemen CGS.
Di sisi lain, menajemen CGS menjelaskan, bahwa menguatnya mayoritas indeks di bursa Wall Street diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara diketahui, pada perdagangan Jumat lalu (25/7), IHSG masih mampu ditutup menguat ke posisi 7.543,50 dari dibuka pada level 7.530,90 atau naik 0,17 persen.
Baca juga: Investor Lokal Kini Kuasai Pasar Saham RI, Dominasi Asing Terus Menurun
Pada perdagangan hari ini, CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan. Di antaranya adalah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).
Ada juga saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting CEO Danantara Rosan Roeslani menegaskan hingga saat ini tidak ada pembahasan terkait rencana… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pembukaan IHSG pekan depan tidak terganggu meski sejumlah… Read More
Poin Penting BEI dan OJK dijadwalkan bertemu MSCI secara daring pada 2 Februari 2026 untuk… Read More
Selain itu diumumkan juga penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota DK OJK Pengganti Ketua dan… Read More
Poin Penting BEI akan mengumumkan Pjs Direktur Utama sebelum perdagangan Senin, 2 Februari 2026, setelah… Read More
Poin Penting Tidak ada kekosongan kepemimpinan di BEI dan pengawasan keuangan, karena PJS yang ditunjuk… Read More