Market Update

IHSG Berpotensi Melemah, Ini Katalis Penggeraknya

Poin Penting

  • IHSG diprediksi variatif cenderung melemah, dengan support 8.443–8.521 dan resistance 8.696–8.776 menurut CGS.
  • Katalis positif datang dari penguatan Wall Street, kenaikan harga komoditas, dan net buy asing Rp430,07 miliar.
  • Tekanan akhir tahun seperti profit taking dan pelemahan rupiah berpotensi menahan penguatan IHSG.

Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal, Senin, 22 Desember 2025, diprediksi akan bergerak variatif cenderung melemah.

“IHSG sendiri hari ini diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah terbatas pada kisaran support 8.443-8.521 dan resistance 8.696-8.776,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, Senin, 22 Desember 2025.

Pada perdagangan Jumat, 19 Desember 2025. IHSG ditutup bertahan di zona merah pada level 8.609,55 atau melemah 0,10 persen dari posisi 8.618,19.

Baca juga: IHSG Sepekan Koreksi 0,59 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp15.788 Triliun

Manajemen CGS menjelaskan bahwa dengan berlanjutnya kenaikan indeks-indeks utama di Wall Street, menguatnya mayoritas harga komoditas global serta aliran net buy asing ke IHSG pada perdagangan Jumat, 19 Desember 2025, senilai Rp430,07 miliar dapat berpotensi sebagai katalis positif. 

Di sisi lain, semakin menipisnya jumlah hari perdagangan jelang penutupan tahun berpotensi membuat pasar terkonsolidasi cenderung melemah seiring aksi profit taking.

Katalis negatif di pasar saham RI juga masih akan dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap USD berpotensi menjadi katalis negatif untuk pasar.

Baca juga: IHSG Ditutup Melemah Jelang Akhir Pekan, Nilai Transaksi Tembus Rp47,06 Triliun

Adapun CGS International Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Astra International Tbk (ASII).

Kemudian tiga saham lain yang direkomendasikan, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda

Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More

14 hours ago

Rekomendasi 5 Aplikasi Nabung Emas yang Aman dan Praktis

Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More

15 hours ago

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More

19 hours ago

Investasi Reksa Dana BNI AM Kini Bisa Dibeli di Kantor Cabang KB Bank

Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More

19 hours ago

Kadin Gandeng US-ABC Perluas Ekspor Alas Kaki ke AS

Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More

23 hours ago

Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More

1 day ago