Market Update

IHSG Diramal Lanjut Ngegas, Ini 4 Saham yang Berpotensi Kasih Cuan

Poin Penting

  • IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target teknikal di kisaran 8.994–9.077, meski tetap perlu mewaspadai potensi koreksi ke area 8.777–8.879.
  • IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan sebelumnya ke level 8.944, namun mulai muncul tekanan jual setelah target terdekat tercapai.
  • Rekomendasi saham MNC Sekuritas hari ini meliputi AUTO, ICBP, dan JSMR (Buy on Weakness) serta WIIM (Spec Buy).

Jakarta – MNC Sekuritas memproyeksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (8/1) diperkirakan masih berpeluang menguat di rentang 8.994-9.077.

“IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], sehingga dapat dicermati area penguatan pada rentang 8.994-9.077. Waspadai akan adanya koreksi yang diperkirakan menguji 8.777-8.879,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 8 Januari 2026.

Diketahui, pada perdagangan kemarin (7/1) IHSG kembali ditutup menguat 0,13 persen ke posisi 8.944, namun muncul adanya tekanan jual dan area target terdekat yang disampaikan juga sudah tercapai. 

Baca juga: Sejumlah BUMN Berpotensi Delisting Saham, DPR Ingatkan Pentingnya Restrukturisasi

Rekomendasi Saham Hari Ini

Sementara pada perdagangan hari ini MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi kasih cuan, di antaranya adalah PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM).

AUTO – Buy on Weakness

AUTO menguat 2,97 persen ke 2.770 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. MNC Sekuritas memperkirakan, posisi AUTO saat ini sedang berada pada bagian dari wave [c] dari wave B.

  • Buy on Weakness: 2.710-2.740
  • Target Price: 2.800, 2.860
  • Stoploss: below 2.690

ICBP – Buy on Weakness

ICBP terkoreksi 0,62 persen ke 8.050 dan masih didominasi oleh volume pembelian. MNC Sekuritas perkirakan posisi ICBP saat ini sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C.

  • Buy on Weakness: 7.675-7.925
  • Target Price: 8.250, 8.575
  • Stoploss: below 7.600

JSMR – Buy on Weakness

JSMR menguat 2,95 persen ke 3.490 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. MNC Sekuritas perkirakan, posisi JSMR saat ini sedang berada di awal wave (iii) dari wave [i] dari wave C.

  • Buy on Weakness: 3.430-3.490
  • Target Price: 3.590, 3.640
  • Stoploss: below 3.380
Baca juga: Pertebal Kepemilikan, Anak Usaha Grup Astra Borong 534,81 Juta Saham MMLP

WIIM – Spec Buy

WIIM menguat 7,53 persen ke 1.785 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. MNC Sekuritas memperkirakan, posisi WIIM saat ini sedang berada di akhir wave (i) dari wave [v].

  • Spec Buy: 1.705-1.765
  • Target Price: 1.815, 1.890
  • Stoploss: below 1.650. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

IHSG Pagi Ini Dibuka Semringah ke Level 8.967

Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,47 persen ke level 8.967,44 pada perdagangan Jumat (9/1), dengan… Read More

27 mins ago

Rupiah Dibuka Melemah, Tembus Rp16.835 per Dolar AS

Poin Penting Rupiah melemah 0,22% pada pembukaan perdagangan Kamis (9/1/2026) ke level Rp16.835 per dolar… Read More

35 mins ago

Update Harga Emas Antam, Galeri24, dan UBS pada Jumat, 9 Januari 2026, Ini Rincian Lengkapnya!

Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS kompak turun pada Jumat, 9 Januari 2026, masing-masing… Read More

54 mins ago

Dilema Likuiditas Nasional: Melancarkan Aliran atau Menjaga Mutu?

Oleh Setiawan Budi Utomo, Pemerhati Keuangan dan Kebijakan Publik, Dosen Tamu Pascasarjana di PTN dan… Read More

2 hours ago

IHSG Diprediksi Melemah Jelang Akhir Pekan, Ini Katalis Pemicunya

Poin Penting IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung melemah pada 9 Januari 2026, dengan level support… Read More

3 hours ago

Outlook 2026: Akankah Belanja Konsumen Tetap Kuat? Perspektif Industri Asuransi Indonesia

Oleh Azuarini Diah P., Ketua Umum Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) MENJELANG 2026, banyak ekonom,… Read More

4 hours ago