Dua orang pekerja melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Phintraco Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (3/1) secara teknikal berpotensi menguat untuk menguji level 7.213.
“IHSG berpotensi uji MA20 pada level 7.213 di Jumat (3/1). Pergerakan tersebut memperkuat indikasi bullish reversal sejak 30 Desember 2024,” ucap Research Phintraco Sekuritas, Valdy K. dalam risetnya di Jakarta, 3 Januari 2025.
Hal itu dipicu oleh IHSG yang mencatatkan resistance breakout pada level 7.150 atau naik 1,18 persen pada perdagangan kemarin (2/1) dan terbentuk pelebaran positive slope pada MACD bersamaan dengan penguatan tersebut.
Baca juga: Begini Aturan Terbaru BEI Soal PPN 12 Persen terhadap Transaksi Bursa
Baca juga: Bos Tugu Insurance Tatang Nurhidayat Tambah Kepemilikan Saham TUGU
Selanjutnya, Valdy menjelaskan, sentimen dari Amerika Serikat saat ini adalah pasar mengantisipasi rilis data 30-year mortgage rate pekan terakhir 2024 dan ISM Manufacturing Index.
“Sayangnya kedua data tersebut belum merefleksikan dampak signifikan dari pemangkasan FFR di September dan Desember 2024 lalu,” imbuhnya.
Adapun dari kawasan Eropa, pengangguran di Jerman diperkirakan mengalami kenaikan menjadi 6,2 persen dari 6,1 persen di bulan November 2024, sementara BoE Consumer Credit pada bulan November 2024 yang diperkirakan naik menjadi 1,2 miliar GBP dari 1,09 miliar GBP di bulan Oktober 2024.
Oleh karena itu, dengan data ekonomi eksternal yang kurang solid tersebut dapat menjadi sentimen positif untuk IHSG di akhir pekan ini yang mampu meredam tekanan jual. (*)
Baca juga: BEI Bersama KPEI dan KSEI Kenalkan Kontrak Berjangka Indeks Asing
Editor: Galih Pratama
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group DUNIA tak lagi volatile, tapi sudah… Read More
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More