Market Update

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Ini Sederet Sentimennya

Jakarta – Phintraco Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (16/1) secara teknikal berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 7.100, jika mampu bertahan di atas posisi 7.050. 

“Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.050 maka berpotensi melanjutkan penguatan menuju level 7.100 pada perdagangan Kamis (16/1),” ucap Research Phintraco Sekuritas, Valdy K dalam risetnya di Jakarta, 16 Januari 2025.

Hal itu dikarenakan, IHSG ditutup menguat ke level 7.079.56 atau naik 1,76 persen pada perdagangan kemarin (15/1). Menurutnya, IHSG breakout MA5 di kisaran level 7.041 seiring dengan pembentukan positive slope pada indikator MACD serta potensi Golden Cross pada indikator Stochastic RSI pada pivot area. 

Ia menyatakan sentimen hari ini yang berasal dari domestik adalah pasar akan mencerna hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi beberapa waktu terakhir.

Baca juga: Suku Bunga BI Dipangkas, Saham Big Banks Kompak Ngegas

Di sisi lain, sentimen dari mancanegara pasar mengantisipasi rilis data PPI bulan Desember 2024 di Jepang yang dijadwalkan rilis pada Kamis (16/1) sebagai acuan pasar untuk mengetahui tingkat inflasi yang terjadi dari sisi produsen.

Dalam hal ini, pasar memperkirakan PPI Jepang pada bulan Desember 2024 mengalami sedikit kenaikan menjadi 3,8 persen dari 3,7 persen di November 2024. 

Lalu dari Amerika Serikat (AS), pasar mengantisipasi rilis data Retail Sales bulan Desember 2024 yang dijadwalkan rilis pada Kamis (16/1) dan diperkirakan tumbuh 0,6 persen mom, lebih rendah dari bulan November 2024 yang tercatat tumbuh 0,7 persen mom.

Hal ini mengindikasikan bahwa konsumsi dometik di AS sedang melemah pada bulan Desember 2024. Tidak hanya itu, AS juga dijadwalkan merilis data Initial Jobless Claims pekan lalu yang diperkirakan naik menjadi 210 ribu dari 201 ribu di pekan sebelumnya, menandakan bahwa sektor ketenagakerjaan di AS sedang melemah.

Baca juga: Pembagian Dividen 2024 Tembus Rp364,2 Triliun, 2 Saham Ini jadi Penyumbang Terbesar

“Di tengah sentimen negatif di atas, masih terdapat harapan terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2025, di mana kinerja net export diperkirakan lebih baik dari perkiraan di kuartal I 2025,” imbuhnya.

Adapun, Phintraco Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Askrindo dan Pemkab Bone Bersinergi Perkuat Pelindungan Risiko dari Aset hingga Usaha Mikro

Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More

2 mins ago

Hadirkan Fasilitas Kesehatan Premium, BRI Life dan RS Awal Bros Jalin Kolaborasi Strategis

Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More

22 mins ago

Jamkrindo Bukukan Laba Bersih Rp1,05 Triliun pada 2025

Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More

57 mins ago

FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal RI, Begini Respons OJK

Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More

1 hour ago

Kaspersky Catat Pertumbuhan Positif 2025, Target Double Digit di 2026

Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More

1 hour ago

Rupiah Dibuka Melemah, Pelaku Pasar Ragu Gencatan Senjata AS-Iran Bertahan

Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More

2 hours ago