Market Update

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Ini Pendorongnya

Poin Penting

  • IHSG berpeluang lanjut menguat, didorong penguatan bursa AS dan kenaikan signifikan harga nikel, namun rawan koreksi setelah naik lima hari berturut-turut.
  • Level teknikal IHSG diperkirakan bergerak di support 8.860–8.900 dan resistance 8.950–9.000, dengan dukungan net buy asing Rp911 miliar pada perdagangan sebelumnya.
  • Sentimen global positif, seiring indeks saham AS dan mayoritas bursa Asia mencetak kenaikan, meski ketegangan geopolitik AS–Venezuela dinilai berdampak terbatas ke pasar.

Jakarta – BNI Sekuritas memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (7/1) masih berpotensi menguat, namun rentan untuk terkoreksi karena telah menguat selama lima hari berturut-turut.

“IHSG masih potensi melanjutkan kenaikan hari ini ditopang oleh kenaikan bursa US dan kenaikan komoditas nikel yang cukup signifikan. Tapi hati-hati karena sudah naik lima hari berturut-turut, akan rentan koreksi,” ucap Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 7 Januari 2026.

Dalam risetnya, ia juga memprediksi IHSG akan bergerak dalam rentang level support di posisi 8.860-8.900, sementara untuk level resistance-nya berada di level 8.950-9.000.

Baca juga: Pertebal Kepemilikan, Anak Usaha Grup Astra Borong 534,81 Juta Saham MMLP

Diketahui, pada perdagangan kemarin (6/1) IHSG ditutup menguat 0,84 persen yang disertai dengan net buy asing senilai Rp911 miliar. Adapun saham yang paling banyak dibeli asing adalah RAJA, BBCA, BBRI, PTRO, dan ANTM. 

Market Global

Dari sisi global, indeks-indeks saham Amerika Serikat (AS) mayoritas mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH) baru pada penutupan perdagangan Selasa (6/1). 

Hal tersebut terjadi karena investor mengabaikan ketegangan geopolitik terbaru menyusul serangan AS ke Venezuela, dengan indeks S&P 500 naik 0,62 persen, Dow Jones juga menguat 0,99 persen, dan Nasdaq Composite bertambah 0,65 persen.

Sebelumnya, pasar sempat mencermati perkembangan geopolitik setelah AS menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu. Namun, dampaknya terhadap pasar dinilai terbatas.

Baca juga: Intip Gerak Saham Asuransi Jelang Batas Pemenuhan Modal Minimum

Penguatan juga terjadi di mayoritas bursa Asia pada perdagangan Selasa (6/1), dipicu oleh investor yang mengabaikan kekhawatiran geopolitik.

Adapun, Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,32 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 1,38 persen, Taiex Taiwan bertambah 1,57 persen, dan Kospi Korea Selatan naik 1,52 persen. 

Sedangkan, ASX 200 Australia turun 0,53 persen. Sementara itu, Straits Times naik 1,27 peesen dan FTSE Malaysia melemah 0,47 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Pesan Purbaya untuk Ketua dan Anggota Dewan Direksi LPEI yang Baru Dilantik

Poin Penting Dirjen Kekayaan Negara melantik Sukatmo Padmosukarso sebagai Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif… Read More

2 hours ago

IHSG Dibuka Hijau Mendekati Level 9.000

Poin Penting IHSG dibuka menguat tipis 0,03 persen ke level 8.947,61 pada pembukaan perdagangan 8… Read More

2 hours ago

Update Harga Emas Hari Ini: Galeri24 dan UBS Kompak Naik, Antam Anjlok

Poin Penting Emas Galeri24 naik Rp17.000 menjadi Rp2.599.000 per gram dari sebelumnya Rp2.582.000 per gram.… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Melemah Seiring Investor Nantikan Rilis Data Cadangan Devisa RI

Poin Penting Rupiah melemah di awal perdagangan Kamis (8/1/2026) ke level Rp16.792 per dolar AS,… Read More

2 hours ago

IHSG Diramal Lanjut Ngegas, Ini 4 Saham yang Berpotensi Kasih Cuan

Poin Penting IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target teknikal di kisaran 8.994–9.077, meski tetap perlu… Read More

2 hours ago

Implementasi PP 43 Tahun 2025 Bawa Kabar Baik bagi Profesi Akuntan

Poin Penting Sistem pelaporan keuangan satu pintu meningkatkan kebutuhan akuntan publik dan membuka prospek karier… Read More

11 hours ago