Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – MNC Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (16/5) berpeluang untuk kembali melanjutkan penguatannya.
“Saat ini, kami perkirakan posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [a] pada label hitam, sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 7.107-7.195.” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, 16 Mei 2025.
Namun demikian, tetap harus mewaspadai akan adanya koreksi dalam jangka pendek ke rentang 7.013 hingga 7.037.
Di mana, IHSG pada perdagangan kemarin (15/5) ditutup menguat 0,86 persen ke posisi 7.040 dan masih disertai dengan peningkatan volume pembelian.
Baca juga: Bakal Gelar RUPS, Saham BRIS Diprediksi Tembus Rp3.000
MNC Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
AUTO terkoreksi 0,95 persen ke 2.080 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Selama masih mampu berada di atas 2,040 sebagai stoploss-nya, maka posisi AUTO saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave (iii) dari wave [c].
Spec Buy: 2.060-2.080
Target Price: 2.170, 2.310
Stoploss: below 2.040
BMRI menguat 5,45 persen ke 5.325 dan masih didominasi oleh volume pembelian. MNC Sekuritas perkirakan, posisi BMRI saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave [c] dari wave A. Hal tersebut berarti, BMRI masih berpeluang melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 5.125-5.275
Target Price: 5.500, 5.750
Stoploss: below 4.980
SMGR terkoreksi ke 2.520 namun disertai dengan munculnya tekanan jual. MNC Sekuritas perkirakan, selama SMGR masih mampu berada di atas 2.400 sebagai stoploss-nya, maka posisi SMGR saat ini sedang berada di awal wave (iii) dari wave [a].
Buy on Weakness: 2.470-2.510
Target Price: 2.720, 2.900
Stoploss: below 2.400
Baca juga: MAMI: Pasar Saham dan Obligasi Berpeluang Bergerak Stabil
UNVR menguat 0,28 persen ke 1.790 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Selama masih mampu berada di atas 1,750 sebagai stoploss-nya, maka posisi UNVR saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C.
Spec Buy: 1.765-1.790
Target Price: 1.900, 2.000
Stoploss: below 1.750. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More
Poin Penting Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga… Read More
Poin Penting Secara teknikal, IHSG berpotensi terkoreksi di area 7.835–7.680 sebelum membentuk wave (b), dengan… Read More
Kampanye sekaligus sebagai sosialisasi positioning BSI sebagai bank emas pertama di Indonesia dan mengajak masyarakat… Read More
Poin Penting Pengguna Aplikasi Jago terhubung Bibit-Stockbit tembus 3 juta per Januari 2026, tumbuh 38%… Read More
Poin Penting OJK percepat reformasi pasar modal melalui delapan rencana aksi untuk memperkuat likuiditas, transparansi,… Read More