Ilustrasi - Pergerakan pasar sahan. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (28/11) diprediksi akan bergerak untuk melanjutkan pelemahannya.
“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 8.415-8.480 dan resistance 8.610-8.675,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 28 November 2025.
Diketahui, pada perdagangan kemarin (27/11) IHSG ditutup dengan melanjutkan pelemahannya ke level 8.545,86 atau turun 0,65 persen dari level 8.602,13.
Baca juga: Gozco Capital Tambah Kepemilikan Saham di Bank Neo Commerce Jadi 7,76 Persen
Manajemen CGS menjelaskan bahwa, dengan kembali berlanjutnya aksi jual invsetor asing sebesar Rp884,36 miliar, terutama di saham perbankan diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
Sementara itu, terkoreksinya harga mayoritas komoditas berpeluang menjadi tambahan sentimen negatif untuk IHSG.
Baca juga: BCA Siap Bagikan Dividen Interim Rp55 per Saham, Catat Jadwalnya!
Pada perdagangan saham hari ini CGS International Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan, di antaranya adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Ada juga saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). (*)
Editor: Galih Pratama
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More