Market Update

IHSG Berpotensi Lanjut Melemah, Ini Katalis Pemicunya

Poin Penting

  • IHSG berpotensi sideways cenderung melemah, dengan peluang menguji area support 8.725–8.800, seiring belum kuat bertahan di atas level 9.000.
  • Aksi profit taking dan panic selling pada saham-saham konglomerasi menekan IHSG
  • Tekanan eksternal dan domestik masih membayangi, meski penjualan ritel naik 6,3 persen yoy.

Jakarta – Manajemen Phintraco Sekuritas memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini 13 Januari 2026 secara teknikal akan bergerak sideways cenderung melemah.

“IHSG diperkirakan bergerak sideways cenderung melemah dan berpeluang menguji support di 8.725-8.800,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 13 Januari 2026.

Diketahui, pada perdagangan Senin (12/1) IHSG ditutup melemah di level 8.884,72 atau turun 0,58 persen.

Seperti yang diperkirakan, IHSG yang belum mampu bertahan di atas level 9.000 memicu terjadinya aksi profit taking, terutama terhadap saham-saham konglomerasi yang telah reli dan menjadi kontributor penguatan indeks.

Baca juga: Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG

“Pelemahan saham-saham tersebut disinyalir juga mengantisipasi pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai kebijakan baru perhitungan free float yang akan diumumkan pada akhir bulan ini,” imbuhnya.

Profit taking tersebut telah memicu terjadinya panic selling sehingga sempat membuat IHSG tertekan hingga level 8.715, sebelum akhirnya membaik namun masih ditutup di area negatif. 

Selanjutnya sentimen dari domestik, data penjualan ritel Indonesia meningkat 6,3 persen year-on-year (yoy) di November 2025 dari 4,3 persen yoy di Oktober 2025. Namun, rupiah berlanjut melemah ditutup di level Rp16.855 per USD pada perdagangan Senin.  

Kekhawatiran akan prospek ekonomi domestik dan meningkatnya ketegangan geopolitik global menjadi faktor negatif. Munculnya kecemasan bahwa defisit APBN 2026 dapat melampaui batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), menambah tekanan.

Baca juga: Menanti Gairah Kebangkitan Saham Perbankan, Siap Topang IHSG 2026?

Rekomendasi Saham Hari Ini

Pada perdagangan hari ini Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan, di antaranya adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Selanjutnya ada saham PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

OJK Tekankan Transparansi dalam Reformasi Pasar Modal RI

Poin Penting OJK percepat reformasi pasar modal melalui delapan rencana aksi untuk memperkuat likuiditas, transparansi,… Read More

2 hours ago

Sibuk Kerja dan Kejar Deadline?

Poin Penting Asuransi kesehatan penting di tengah gaya hidup sibuk dan biaya medis yang terus… Read More

2 hours ago

IHSG Masih Tertekan, OJK Minta Investor Pasar Modal Tetap Tenang

Poin Penting OJK menegaskan fundamental dan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia masih sangat baik,… Read More

3 hours ago

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng KONI, Klaim Atlet Tembus Rp31 Miliar

Poin Penting BPJS Ketenagakerjaan dan KONI memperluas perlindungan atlet, dengan 265 ribu pelaku olahraga terdaftar… Read More

4 hours ago

Simak! Ini Hasil Pertemuan OJK dan BEI dengan MSCI

Poin Penting OJK dan BEI paparkan 8 aksi reformasi pasar modal ke MSCI, dengan fokus… Read More

4 hours ago

DBS Indonesia Tambah Pendanaan Rp3 Triliun ke Kredivo, Ini Peruntukannya

Poin Penting DBS Indonesia meningkatkan pendanaan channeling ke Kredivo menjadi Rp3 triliun, sejalan dengan pertumbuhan… Read More

5 hours ago