Ilustrasi - Pergerakan pasar sahan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini (10/7) diprediksi akan bergerak variatif cenderung menguat.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.865-6.905 dan resistance 6.980-7.020,” tulis manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 10 Juli 2025.
Manajemen CGS menjelaskan bahwa dengan menguatnya indeks di bursa Wall Street dan naiknya harga beberapa komoditas, seperti minyak mentah, emas, dan batu bara diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Baca juga: Usai Tercatat di BEI, Harga Saham CDIA dan COIN Sentuh ARA
Di sisi lain, masih adanya aksi jual investor berpeluang menjadi katalis negatif untuk IHSG.
Sementara, pada perdagangan kemarin (9/7) IHSG kembali ditutup menguat ke posisi 6.943,92 dari dibuka pada level 6.904,39 atau naik 0,57 persen.
Baca juga: COIN Optimistis Pendapatan 2025 Bisa Tumbuh, Ini Pendorongnya
Untuk perdagangan pasar saham hari ini, CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang bisa dilirik investor, di antaranya adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Kemudian tiga saham lain yang direkomendasikan, yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More
Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More
Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More