Market Update

IHSG Berpotensi Kembali Melemah di Rentang 8.200-8.250

Poin Penting

  • IHSG (25/2) diproyeksi melanjutkan pelemahan dengan menguji support di level 8.200–8.250, meski rebound Wall Street berpotensi menopang penguatan di awal sesi.
  • IHSG sebelumnya ditutup turun 1,37 persen ke 8.280,83. Rupiah juga melemah ke Rp16.829 per dolar AS, seiring penguatan dolar
  • Pada perdagangan hari ini Phintraco merekomendasikan saham BMRI, ADHI, PTPP, BRIS, dan TLKM untuk dicermati.

Jakarta – Manajemen Phintraco Sekuritas memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (25/2) berpotensi melanjutkan koreksinya di rentang level 8.200-8.250.

“Sehingga diperkirakan koreksi IHSG berpotensi berlanjut dan menguji level support di 8.200-8.250. Namun reboundnya Wall Street diperkirakan akan mendorong IHSG menguat di awal sesi,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 25 Februari 2026.

Diketahui, IHSG ditutup melemah ke level 8.280,83 atau turun 1,37 persen pada perdagangan kemarin (24/2), setelah sempat bergerak menguat hingga level 8.437 pada awal sesi. Sektor energi mencatatkan koreksi terbesar, sedangkan sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang menguat. 

Baca juga: Bank OCBC NISP Mau Buyback Saham Rp1 Miliar, Ini Tujuannya

Seiring dengan pelemahan IHSG, rupiah juga ditutup melemah pada level Rp16.829 per USD di pasar spot. Pelemahan rupiah ini sejalan dengan koreksi mayoritas mata uang Asia akibat penguatan USD. 

“Ketidakpastian mengenai kebijakan tarif AS dan prospek suku bunga AS yang masih relatif ketat membuat Dolar AS berbalik menguat,” imbuhnya.

Sementara dari Tiongkok, bank sentral kembali mempertahankan suku bunga pinjaman tetap selama sembilan bulan berturut-turut di Februari 2026, yaitu Loan Prime Rate 1Y sebesar 3 persen dan Loan Prime Rate 5Y di level 3,5 persen (24/2). 

Selanjutnya dari Eropa (25/2), investor akan mencermati GfK Consumer Confidence Jerman bulan Maret 2026 yang diperkirakan di level -23,8 dari -24,1. Sedangkan inflasi Euro Area Januari 2026 diperkirakan melambat menjadi 1,7 persen year on year (yoy) dari 2 persen yoy.

Baca juga: Dana Asing Tercatat Inflow Rp1,09 Triliun, Saham Bank Mendominasi

Rekomendasi Saham Hari Ini

Pada perdagangan saham hari ini Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan, di antaranya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP).

Selain itu, ada juga saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

BNI Ingatkan Nasabah Waspada Modus Phishing Jelang Lebaran

Poin Penting BNI mengingatkan lonjakan transaksi Ramadan dan pencairan THR meningkatkan risiko kejahatan siber, khususnya… Read More

2 hours ago

IHSG Dibuka Menguat 0,52 Persen ke Level 8.280

Poin Penting IHSG dibuka naik 0,52 persen ke 8.323,99 saat pembukaan, didominasi 282 saham menguat.… Read More

3 hours ago

Harga Emas Hari Ini (25/2): Galeri24 dan UBS Kompak Naik, Antam Anjlok

Poin Penting Harga emas Galeri24 di Pegadaian naik Rp22.000 menjadi Rp3.085.000 per gram pada 25… Read More

3 hours ago

Bank Mega Gandeng IKPI Perkuat Pemahaman Coretax ke Nasabah

Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More

14 hours ago

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

15 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

15 hours ago