Pegerakan pasar saham. (Foto: istimewa)
Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan berada dalam kisaran 6.550-6.700. Aksi wait and see, pasca kenaikan Indeks kemarin, masih membayangi.
“Keadaan pasar yang relatif masih wait and see membuat IHSG terjebak dalam formasi trading range 6.550-6.700,” kata analis PT KGI Sekuritas Indonesia, yuganur Wijanarko di Jakarta, Selasa, 20 Febuari 2018.
Pada kondisi tersebut, kata Yuganur, pihaknya merekomendasikan untuk melakukan transaksi jangka pendek dengan memperhitungkan posisi cut-loss, agar tidak terseret arus bawah yang menuju support terdekat di level 6.550.
Baca juga: IHSG Ditutup Naik 9 Poin
Dengan demikian, jelas dia, pergerakan mendatar pada laju iHSG di perdagangan hari ini mesti disikapi para pelaku pasar dengan mengakumulasi empat saham berikut ini:
1. BBRI dengan target trading di kisaran Rp3.950-4.050 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp3.650 dan Rp3.450, disarankan cut-loss pada posisi Rp3.350.
2. INDF dengan target trading di kisaran Rp8.075-Rp8.175. masuk pembelian di level Rp7.675 dan Rp7.575, disarankan cut-loss pada posisi Rp7.475.
3. ACES dengan target trading di kisaran Rp1.380-1.440 yang memiliki dua arah, masuk pembelian di level Rp1.290 dan Rp1.210, disarankan cut-loss pada posisi Rp1.180.
4. CPIN dengan target trading di kisaran Rp3.640-Rp3.750. Masuk pembelian di level Rp3.330 dan Rp3.220, disarankan cut-loss pada posisi Rp3.120. (*)
Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More
Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More
Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More
Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More
Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More
Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More