Market Update

IHSG Berpeluang Terkoreksi, 4 Saham Ini Layak Dicermati

Poin Penting

  • MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG 6 Maret 2026 bisa turun, dengan area koreksi 7.140–7.391.
  • ARCI dan INCO direkomendasikan Spec Buy, sementara CDIA dan NICL Buy on Weakness.
  • Setiap saham memiliki level entry, target price, dan stoploss jelas untuk panduan trading.

Jakarta – MNC Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (6/3) masih berpeluang untuk kembali terkoreksi.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave [y] dari wave 4 atau dari wave (2) pada label merah. Hal tersebut berarti, perlu dicermati area 7.140-7.391 sebagai area koreksi berikutnya,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Pada perdagangan Kamis (5/3), IHSG ditutup menguat 1,76 persen ke 7.710, disertai volume pembelian yang meningkat.

Baca juga: IHSG Ditutup Menguat 1,76 Persen ke Level 7.710, Mayoritas Sektor Hijau

Adapun, MNC Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Pam Mineral Tbk (NICL).

ARCI – Spec Buy

ARCI menguat 0,85 persen ke 1.785 namun masih didominasi oleh tekanan jual. Selama ARCI masih mampu berada di atas 1,725 sebagai stoplossnya, maka posisi ARCI saat ini sedang berada di awal wave (v) dari wave [i] dari wave 5 pada label hitam.

Spec Buy: 1.750-1.785

Target Price: 1.935, 2.160

Stoploss: below 1.725

Baca juga: IHSG Rebound, Dibuka Menguat Hampir 2 Persen ke 7.727

CDIA – Buy on Weakness

CDIA ditutup pada level 895 namun masih didominasi oleh tekanan jual. Kami memperkirakan, posisi CDIA saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (5) dari wave {C}.

Buy on Weakness: 725-865

Target Price: 975, 1.245

Stoploss: below 690

INCO – Spec Buy

INCO terkoreksi 2,32 persen ke 6.325 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Kami perkirakan, posisi INCO saat ini sedang berada pada bagian dari wave [a] dari wave 2 pada label hitam.

Spec Buy: 6.075-6.325

Target Price: 6.500, 7.000

Stoploss: below 5.950

Baca juga: Trading Halt IHSG Bayangi Bursa Asia, BI Sebut Koreksi Imbas Perang Israel-AS vs Iran

NICL – Buy on Weakness

NICL menguat 8,72 persen ke 1.060 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama NICL mampu berada di atas 955 sebagai stoplossnya, maka posisi NICL saat ini sedang berada di awal wave A dari wave (B).

Buy on Weakness: 995-1.035

Target Price: 1.110, 1.205

Stoploss: below 955. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KPPU Putus 97 Pindar Langgar Aturan, Ada yang Didenda hingga Rp102 Miliar

Poin Penting Komisi Pengawas Persaingan Usaha menjatuhkan denda total Rp755 miliar kepada 97 penyelenggara pindar… Read More

10 hours ago

Harapan AFTECH untuk Formasi Baru Anggota Dewan Komisioner OJK

Poin Penting AFTECH berharap formasi baru Dewan Komisioner OJK dapat memperkuat kebijakan dan pengawasan industri… Read More

13 hours ago

Lebih dari 96 Ribu Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan, KPK Minta Segera Setor LHKPN

Poin Penting KPK mencatat 67,98% penyelenggara negara telah melaporkan LHKPN 2025 hingga 11 Maret 2026… Read More

13 hours ago

Gubernur Babel Perintahkan ASN Bersepeda demi Hemat BBM

Poin Penting Gubernur Babel mewajibkan ASN menggunakan sepeda atau kendaraan roda dua untuk menekan konsumsi… Read More

14 hours ago

Komisi X DPR Minta Wacana PJJ untuk Hemat Energi Dikaji Mendalam

Poin Penting DPR meminta wacana belajar dari rumah untuk efisiensi energi dikaji hati-hati, karena berpotensi… Read More

14 hours ago

BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026

Poin Penting PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan KPR subsidi Rp16,79 triliun kepada 122.838… Read More

14 hours ago