Ilustrasi: Pergerakan pasar saham. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – MNC Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (6/3) masih berpeluang untuk kembali terkoreksi.
“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave [y] dari wave 4 atau dari wave (2) pada label merah. Hal tersebut berarti, perlu dicermati area 7.140-7.391 sebagai area koreksi berikutnya,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.
Pada perdagangan Kamis (5/3), IHSG ditutup menguat 1,76 persen ke 7.710, disertai volume pembelian yang meningkat.
Baca juga: IHSG Ditutup Menguat 1,76 Persen ke Level 7.710, Mayoritas Sektor Hijau
Adapun, MNC Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Pam Mineral Tbk (NICL).
ARCI menguat 0,85 persen ke 1.785 namun masih didominasi oleh tekanan jual. Selama ARCI masih mampu berada di atas 1,725 sebagai stoplossnya, maka posisi ARCI saat ini sedang berada di awal wave (v) dari wave [i] dari wave 5 pada label hitam.
Spec Buy: 1.750-1.785
Target Price: 1.935, 2.160
Stoploss: below 1.725
Baca juga: IHSG Rebound, Dibuka Menguat Hampir 2 Persen ke 7.727
CDIA ditutup pada level 895 namun masih didominasi oleh tekanan jual. Kami memperkirakan, posisi CDIA saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (5) dari wave {C}.
Buy on Weakness: 725-865
Target Price: 975, 1.245
Stoploss: below 690
INCO terkoreksi 2,32 persen ke 6.325 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Kami perkirakan, posisi INCO saat ini sedang berada pada bagian dari wave [a] dari wave 2 pada label hitam.
Spec Buy: 6.075-6.325
Target Price: 6.500, 7.000
Stoploss: below 5.950
Baca juga: Trading Halt IHSG Bayangi Bursa Asia, BI Sebut Koreksi Imbas Perang Israel-AS vs Iran
NICL menguat 8,72 persen ke 1.060 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama NICL mampu berada di atas 955 sebagai stoplossnya, maka posisi NICL saat ini sedang berada di awal wave A dari wave (B).
Buy on Weakness: 995-1.035
Target Price: 1.110, 1.205
Stoploss: below 955. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Komisi Pengawas Persaingan Usaha menjatuhkan denda total Rp755 miliar kepada 97 penyelenggara pindar… Read More
Poin Penting AFTECH berharap formasi baru Dewan Komisioner OJK dapat memperkuat kebijakan dan pengawasan industri… Read More
Poin Penting KPK mencatat 67,98% penyelenggara negara telah melaporkan LHKPN 2025 hingga 11 Maret 2026… Read More
Poin Penting Gubernur Babel mewajibkan ASN menggunakan sepeda atau kendaraan roda dua untuk menekan konsumsi… Read More
Poin Penting DPR meminta wacana belajar dari rumah untuk efisiensi energi dikaji hati-hati, karena berpotensi… Read More
Poin Penting PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan KPR subsidi Rp16,79 triliun kepada 122.838… Read More