Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – MNC Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (5/2) berpeluang menguat di rentang 7.130-7.176, jika mampu bertahan di atas area support 6.931.
“Waspadai, apabila IHSG menembus area support 6.931, maka skenario merah akan berjalan, di mana IHSG akan melanjutkan koreksinya untuk menguji 6.742-6.853. Namun sebaliknya, apabila masih mampu bertahan di atas area supportnya, maka IHSG berpeluang menguji resistance terdekat di 7.130-7.176,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, 5 Februari 2025.
Di mana, pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin (4/2) ditutup menguat 0,62 persen ke posisi 7.073 dan disertai dengan munculnya volume penjualan.
Baca juga: Bos Tugu Insurance Kembali Tambah Kepemilikan Saham TUGU
MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), dan PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ).
ACES menguat 0,68 persen ke 735 disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun masih berada di bawah MA20. Saat ini, MNC Sekuritas perkirakan ACES sedang berada pada bagian dari wave (b) dari wave [ii], sehingga ACES masih rawan terkoreksi.
Spec Buy: 715-735
Target Price: 760, 790
Stoploss: below 700
ANTM menguat 1,45 persen ke 1.400 disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama masih mampu berada di atas 1.355 sebagai stoplossnya, maka diperkirakan posisi ANTM sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (c).
Buy on Weakness: 1.380-1.395
Target Price: 1.425, 1.470
Stoploss: below 1.355
CBDK menguat 5,73 persen ke 7.850 disertai dengan munculnya volume pembelian. MNC Sekuritas perkirakan, posisi CBDK saat ini sedang berada di awal wave (B), sehingga CBDK masih berpeluang menguat.
Buy on Weakness: 7.150-7.525
Target Price: 8.400, 9.550
Stoploss: below 6.500
Baca juga: BRI Siapkan Rp3 Triliun untuk Buyback Saham di 2025
DAAZ menguat 2,65 persen ke 6.775 namun disertai dengan munculnya tekanan jual. Selama masih mampu berada di atas 6.150 sebagai stoplossnya, maka posisi DAAZ saat ini sedang berada pada bagian dari wave 3 dari wave (5) pada skenario hitam.
Spec Buy: 6.350-6.525
Target Price: 7.300, 7.825
Stoploss: below 6.150. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More