Market Update

IHSG Berpeluang Menguat, Intip 4 Rekomendasi Saham Berikut

Jakarta – MNC Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (13/9) masih berpeluang menguat untuk menguji target baru ke level 7.858, setelah IHSG berhasil tembus level 7.809.

“Namun, tetap waspadai karena posisi IHSG sudah berada di akhir wave (v) dari wave [i] atau akhir wave 3 pada label merah, sehingga penguatannya akan relatif terbatas. Worst case, apabila IHSG terkoreksi dan break 7.736, maka arah koreksi terdekatnya di 7.618-7.654,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, 13 September 2024.

Di mana, pada perdagangan kemarin (12/9) IHSG ditutup menguat 0,48 persen ke posisi 7.798 dan disertai munculnya volume pembelian. 

Baca juga: Tren IPO di Dunia Turun, Bos BEI Ungkap Biang Keroknya

Adapun, MNC Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

ANTM – Buy on Weakness

ANTM menguat 2,28 persen ke 1.345 disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama ANTM masih ammpu berada di atas 1.305 sebagai stoplossnya, maka posisi ANTM saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave C dari wave (B), sehingga ANTM berpeluang melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 1.315-1.330
Target Price: 1.390, 1.480
Stoploss: below 1.305

BFIN – Spec Buy

BFIN menguat 1 persen ke 1.010 disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakan BFIN pun masih mampu berada di atas MA20. MNC Sekuritas memperkirakan, posisi BFIN saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave iii dari wave (i) dari wave [c].
Spec Buy: 975-995
Target Price: 1.040, 1.120
Stoploss: below 965

DOID – Buy on Weakness

DOID menguat 2,13 persen ke 720 dan masih didominasi oleh volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas MA20. Saat ini, posisi DOID diperkirakan sedang berada di awal wave 5 dari wave (C), sehingga DOID diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatannya.
Buy on Weakness: 675-710
Target Price: 755, 885
Stoploss: below 640

Baca juga: Mirae Asset Sekuritas Ramal IHSG Tembus ke Level 7.915

UNTR – Spec Buy

UNTR menguat 0,48 persen ke 26.350 disertai dengan munculnya volume pembelian, namun penguatannya tertahan oleh MA20. Selama masih mampu berada di atas 26.050 sebagai stoplossnya, maka posisi UNTR saat ini diperkirakan sedang berada di awal wave (v) dari wave [iii].
Spec Buy: 26.150-26.300
Target Price: 27.600, 28.675
Stoploss: below 26.050. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

9 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

10 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

12 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

16 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

20 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

21 hours ago