Ilustrasi: Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada awal pekan ini Senin (10/4) akan melanjutkan penguatannya.
“IHSG diprediksi bergerak melanjutkan penguatannya dengan support 7.084-7.191 dan resistance 7.423-7.528,” tulis analis CGS dalam risetnya di Jakarta, 10 April 2026.
Diketahui, pada perdagangan kemarin (9/4) IHSG ditutup merosot ke posisi 7.026,78 atau melemah sebanyak 2,19 persen dari level 7.184,43.
Baca juga: RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham
Analis CGS menjelaskan bahwa, dengan menguatnya mayoritas indeks di Wall Street seiring harapan berlanjutnya gencatan senjata di Timur Tengah dan penguatan beberapa harga komoditas global diperkirakan dapat menjadi sentimen positif.
Sementara itu, aksi net sell oleh asing dari IHSG pada perdagangan kemarin berpotensi menjadi sentimen negatif.
Baca juga: Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya
Pada perdagangan hari ini CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi kasih cuan, di antaranya adalah PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).
Ada juga saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,61 persen ke level 7.351,99 pada awal perdagangan, melanjutkan tren… Read More
Poin Penting Rupiah menguat tipis ke Rp17.083 per dolar AS di awal perdagangan, didorong pelemahan… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian pada 10 April 2026 kompak turun untuk tiga produk:… Read More
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More