Market Update

IHSG Berpeluang Menguat, Analis Rekomendasikan Saham TUGU, ADMR hingga HRUM

Poin Penting

  • IHSG berpotensi menguat ke level 8.126–8.155, namun tetap ada risiko koreksi dalam ke 7.383–7.534
  • Perdagangan 23 September 2025, IHSG ditutup naik 1,06 persen ke 8.125 dengan dukungan volume pembelian
  • MNC Sekuritas merekomendasikan saham ADMR, HRUM, NCKL (buy on weakness), serta TUGU (spec buy) dengan target harga masing-masing.

Jakarta – MNC Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (24/9) masih berpeluang untuk melanjutkan penguatan dalam rentang 8.126 hingga 8.155.

“Pergerakan IHSG masih berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 5, sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang 8.126-8.155. Namun, worst case IHSG rawan terkoreksi cukup dalam ke 7.383-7.534,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, 24 September 2025.

Diketahui, pada perdagangan kemarin (23/9) IHSG berhasil ditutup menguat 1,06 persen ke level 8.125. Penguatan IHSG tersebut disertai dengan munculnya volume pembelian dan penguatan minimal pada posisi 8.098 juga sudah tercapai.

Baca juga: Melantai di Bursa, Harga Saham Merdeka Gold Resources (EMAS) Langsung ARA

Rekomendasi Saham Hari Ini

Pada perdagangan hari ini, MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan, di antaranya saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), dan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU).

ADMR – Buy on Weakness

ADMR menguat 4,52 persen ke 1.040 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas MA60. MNC Sekuritas perkirakan, posisi ADMR saat ini sedang berada di awal wave (c) dari wave [b].

  • Buy on Weakness: 1.010-1.030
  • Target Price: 1.070, 1.110
  • Stoploss: below 990

HRUM – Buy on Weakness

HRUM menguat 6,16 persen ke 1.120 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Posisi HRUM saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian awal dari wave (v) dari wave [c].

  • Buy on Weakness: 1.085-1.110
  • Target Price: 1.200, 1.235
  • Stoploss: below 1.055

NCKL – Buy on Weakness

NCKL menguat 4,72 persen ke 1.110 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun masih mampu berada di atas MA20. MNC Sekuritas perkirakan posisi NCKL sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 3.

  • Buy on Weakness: 1.080-1.095
  • Target Price: 1.165, 1.220
  • Stoploss: below 1.060
Baca juga: Intip Gerak Saham Indeks INFOBANK15 dalam Sepekan

TUGU – Spec Buy

TUGU terkoreksi 0,49 persen ke 1.025 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. MNC Sekuritas perkirakan posisi TUGU saat ini sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) dari wave [b].

  • Spec Buy: 995-1.020
  • Target Price: 1.065, 1.080
  • Stoploss: below 990. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

8 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

10 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

10 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

11 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

11 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

11 hours ago