Ilustrasi: Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – MNC Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (14/8) diperkirakan masih berpeluang menguat ke rentang level 7.915-8.010.
“Posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 1 pada label hitam atau wave (v) dari wave [c] pada label merah. Hal tersebut berarti, IHSG masih berpeluang menguat ke rentang 7.915-8.010,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, 14 Agustus 2025.
Sementara, pada perdagangan kemarin (13/8) IHSG kembali ditutup menguat 1,30 persen ke 7.892. Penguatan tersebut masih didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat dan telah mencapai target minimal yang diberikan.
Baca juga: Asing Diam-diam Borong Saham BBRI, BMRI, dan BBCA Kala IHSG Menguat
Pada perdaganan pasar saham hari ini, MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan. Di antaranya adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
BRIS terkoreksi 0,36 persen ke 2.770 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, namun koreksinya masih tertahan oleh MA20. MNC Sekuritas memperkirakan, posisi BRIS saat ini sedang berada di awal wave (iii) dari wave [i] pada label hitam.
CPIN menguat 0,45 persen ke 4.480 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama CPIN masih mampu berada di atas 4.450 sebagai stoploss-nya, maka MNC Sekuritas perkirakan CPIN sedang berada di awal wave iv dari wave (c) dari wave [b].
DEWA terkoreksi 2,63 persen ke 222 dan muncul adanya tekanan jual. MNC Sekuritas perkirakan, posisi DEWA saat ini sedang berada di akhir wave e dari wave (iv) pada pola triangle.
Baca juga: BEI Pede Market Cap Pasar Saham RI Masuk 10 Besar Dunia, Ini Pendorongnya
MDKA terkoreksi ke 2.280 dan masih didominasi oleh tekanan jual. MNC Sekuritas perkirakan, posisi MDKA saat ini sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (ii).
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More