Market Update

IHSG Berpeluang Menguat, Analis Rekomendasikan Saham BBRI, ERAA hingga DEWA

Poin Penting

  • IHSG berpotensi melanjutkan penguatan ke level 8.200–8.246, namun tetap rawan terkoreksi untuk menguji 7.894–7.959.
  • Rekomendasi saham MNC Sekuritas hari ini: BBRI, DEWA, ERAA, dan MEDC dengan strategi buy on weakness.
  • Target harga saham: BBRI (4.210–4.380), DEWA (292–304), ERAA (464–482), MEDC (1.400–1.445) dengan level stoploss masing-masing sesuai analisis teknikal.

Jakarta – MNC Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (26/9) masih berpeluang untuk melanjutkan penguatan dalam rentang 8.200 hingga 8.246.

“Masih terdapat peluang penguatan bagi IHSG untuk membentuk bagian dari wave [iii] ke rentang 8.200-8.246. Namun, pada label hitam, IHSG masih rawan terkoreksi paling tidak untuk menguji 7.894-7.959 dahulu,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, 26 September 2025.

Diketahui, pada perdagangan kemarin (24/9) pada ditutup terkoreksi cukup agresif sebesar 1,06 persen ke level 8.040 dan disertai dengan adanya peningkatan volume penjualan. 

Baca juga: Prospek Saham ERAA di Tengah Tren Positif Penjualan Mobil Listrik

Rekomendasi Saham Hari Ini

Pada perdagangan hari ini, MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan, di antaranya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

BBRI – Buy on Weakness

BBRI terkoreksi 2,40 persen ke 4.070 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Posisi BBRI diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (ii) dari wave [c].

  • Buy on Weakness: 3.950-4.070
  • Target Price: 4.210, 4.380
  • Stoploss: below 3.890

DEWA – Buy on Weakness

DEWA menguat 6,06 persen ke 280 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. MNC Sekuritas perkirakan, posisi DEWA saat ini sedang berada pada bagian akhir dari wave iii dari wave (v), sehingga DEWA rawan terkoreksi membentuk wave iv.

  • Buy on Weakness: 258-270
  • Target Price: 292, 304
  • Stoploss: below 248

ERAA – Buy on Weakness

ERAA terkoreksi 1,32 persen ke 448 dan disertai dengan munculnya volume penjualan. Posisi ERAA saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 1.

  • Buy on Weakness: 434-444
  • Target Price: 464, 482
  • Stoploss: below 414
Baca juga: Simak! BNI Sekuritas Beberkan Strategi Investasi Saat Pasar Saham Tertekan

MEDC – Buy on Weakness

MEDC menguat 1,52 persen ke 1.335 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. MNC Sekuritas perkirakan, posisi MEDC saat ini sedang berada pada bagian dari wave (b) dari wave [b].

  • Buy on Weakness: 1.250-1.285
  • Target Price: 1.400, 1.445
  • Stoploss: below 1.215. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

9 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

9 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

10 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

10 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

10 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

12 hours ago