Ilustrasi Pergerakan Harga Saham. (Foto: istimewa)
Jakarta – Pilarmas Investindo Sekuritas melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal hari ini, Kamis, 21 November 2024, akan berpotensi mengalami pelemahan terbatas dengan level support 7.100 dan level resistance 7.225.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance di level 7.100-7.225,” tulis manajemen dalam market review di Jakarta, Kamis, 21 November 2024.
Pilarmas menyoroti, sentimen domestik datang dari Bank Indonesia (BI) yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) pada level 6 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 19-20 September 2024.
Baca juga: IHSG Berakhir Ditutup pada Zona Merah ke Level 7.180
Selain itu, suku bunga deposit facility tetap berada di 5,25 persen dan lending facility di 6,75 persen. Diketahui sebelumnya, BI telah menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada awal September.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa kebijakan ini konsisten dengan upaya menjaga inflasi sesuai target 2,5 persen ± 1 persen untuk 2024-2025 sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Langkah tersebut juga ditujukan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk risiko geopolitik dan tantangan ekonomi di Amerika Serikat.
Baca juga: OJK Bandingkan Dana Pensiun RI dengan Negara Lain: Fokus pada Digitalisasi dan Pajak
Ke depan, BI akan terus memantau pergerakan nilai tukar, proyeksi inflasi, dan perkembangan ekonomi lainnya untuk mempertimbangkan peluang penurunan suku bunga lebih lanjut.
Di samping itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran juga diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor prioritas, seperti UMKM dan ekonomi hijau, serta meningkatkan digitalisasi dan infrastruktur sistem pembayaran guna memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Adapun dari sentimen global, China Loan Prime Rate untuk 1y dan 5y masih belum berubah berada di posisi 3,1 persen dan 3,6 persen yang tentu saja membuat pelaku pasar dan investor menjadi lebih khawatir apakah Tiongkok akan memangkas tingkat suku bunga mereka atau tidak, meskipun memang saat ini perekonomian Tiongkok berada dalam kondisi yang jauh lebih stabil.
Namun ke depannya, tentu Pilarmas masih menaruh hati bahwa Tiongkok akan memangkas tingkat suku bunga mereka sebagai bagian dari upaya untuk memberikan dukungan terhadap perekonomian terutama tatkala The Fed sudah memangkas tingkat suku bunga dan memberikan ruang bagi Tiongkok untuk menurunkan tingkat suku bunga. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More