Ilustrasi: Pekerja berada di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – MNC Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini, 5 Maret 2025 diprediksi akan mengalami koreksi yang terbatas jika mampu berada di atas level 6.297.
“Selama IHSG masih mampu berada di atas 6.297 sebagai support terdekatnya, maka koreksi IHSG akan relatif terbatas untuk menguji 6.315 dan berpeluang menguat kembali. Namun waspadai skenario merah, apabila break 6.203 maka IHSG akan menguji area 6.122,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, 5 Maret 2025.
Hal ini dikarenakan, IHSG pada perdagangan kemarin (4/3) ditutup terkoreksi sebanyak 2,14 persen ke level 6.380 dan disertai dengan munculnya volume penjualan.
Baca juga: OJK Beberkan Biang Kerok Kinerja Saham Bank Jumbo Rontok
MNC Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Perumahan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Panin Financial Tbk (PNLF).
BBTN terkoreksi 2,84 persen ke 855 disertai dengan munculnya volume penjualan. MNC Sekuritas perkirakan, posisi BBTN saat ini sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v], sehingga BBTN masih rawan melanjutkan koreksinya.
Buy on Weakness: 780-830
Target Price: 905, 960
Stoploss: below 765
MIKA menguat 0,42 persen ke 2.410 disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, namun penguatannya masih tertahan oleh MA60. MNC Sekuritas perkirakan, posisi MIKA saat ini sedang berada di awal wave (c) dari wave [ii].
Buy on Weakness: 2.340-2.400
Target Price: 2.470, 2.570
Stoploss: below 2.280
PGAS bergerak flat ke 1.520 dan masih disertai dengan adanya volume pembelian. Kami memperkirakan, posisi PGAS sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (iii), sehingga PGAS masih berpeluang menguat.
Spec Buy: 1.500-1.515
Target Price: 1.570, 1.595
Stoploss: below 1.480
Baca juga: Pasar Saham Domestik Ambles 11,8 Persen Selama Februari 2025
PNLF terkoreksi 1,85 persen ke 318 disertai dengan munculnya volume penjualan. Pergerakan PNLF masih cenderung downtrend dan MNC Sekuritas perkirakan sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C, sehingga PNLF masih rawan melanjutkan koreksinya.
Buy on Weakness: 302-310
Target Price: 338, 362
Stoploss: below 290. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting MR.DIY Indonesia menargetkan pembukaan sekitar 270 toko baru pada 2026. Ekspansi didukung arus… Read More
Poin Penting Ekonom Permata Bank menilai geopolitik dan pasar global menjadi tantangan ekonomi 2026. Konflik… Read More
Poin Penting Jasindo masih memverifikasi kerusakan aset akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Nilai kerugian… Read More
Poin Penting Ekonom Permata menilai kepemimpinan baru OJK diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Transformasi integritas… Read More
Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mengadakan ICDX… Read More
Poin Penting KPK resmi menahan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait kasus kuota haji.… Read More