Pegerakan pasar saham. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – MNC Sekuritas melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara teknikal pada hari ini (10/10) diprediksi masih berpeluang menguat di rentang level 8.294 hingga 8.365.
“IHSG saat ini, diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [v] dari wave 5. Hal tersebut berarti, IHSG masih berpeluang menguat dengan target 8.294-8.365,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, 10 Oktober 2025.
Diketahui, IHSG pada perdagangan kemarin (9/10) ditutup menguat 1,04 persen ke 8.250 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Penguatan IHSG itu telah mencapai target minimal yang diberikan.
Baca juga: Saham Konglomerat Jadi Penopang IHSG, Begini Tanggapan Bos OJK
Pada perdagangan hari ini MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi cuan, di antaranya adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Central Omega Resources Tbk (DKFT), PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
BUMI terkoreksi ke 142 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Selama BUMI masih mampu berada di atas 138 sebagai stoplossnya, maka posisi BUMI saat ini sedang berada di awal wave (v) dari wave [iii].
DKFT terkoreksi 1,31 persen ke 755 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. MNC Sekuritas perkirakan, DKFT saat ini sedang berada pada bagian dari wave c dari wave (y) dari wave [b].
ERAL menguat 4,40 persen ke 332 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. MNC Sekuritas perkirakan, posisi ERAL saat ini sedang berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [c] dari wave B.
Baca juga: OJK Pede IHSG Mampu Terjaga di Level 8.000 hingga Akhir 2025
WIFI menguat 1,56 persen ke 3.260 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. MNC Sekuritas perkirakan, posisi WIFI sedang berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C).
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More