Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami konsolidasi pada perdagangan Selasa (20/12), selama berada di atas level 6.742. Peluang konsolidasi ini tercermin dari candle higher high dan indikator bearish.
Meski begitu, IHSG saat ini masih berada dalam trend bearish, selama di bawah 6.890. Secara teknikal, indikator MACD bearish, Ssochastic bearish, di bawah support 6.891, candle higher high.
Namun, jika dapat ditutup harian di bawah 6.890, IHSG masih berpeluang koreksi, target 6.747 (tercapai), 6.683 (tercapai), dan 6.587. Jika rebound, berpeluang menuju 6.820 (tercapai), 6.934, dan 6.982.
“Level resistance pada perdagangan Selasa (20/12) di 6.812, 6.854, 6.892, 6.934 dengan support: 6.765, 6.714, 6.68, 6.641. Adapun perkiraan range di rentang 6.730 sampai 6.830,” ucap Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakarias Siregar dalam keterangan resmi di Jakarta, 20 Desember 2022.
Kemarin (19/12), sebagian besar bursa regional Asia Pasifik mengalami pelemahan. Bursa China mencatat penurunan yang signifikan meskipun pemerintah negara tersebut berjanji untuk menstabilkan ekonomi pada tahun 2023.
SSE Composite Index dan Shenzhen Index masing-masing terkoreksi 1,92% dan 1,51%. IHSG juga terkoreksi. Hari ini Bank Sentral Jepang akan menentukan suku bunga yang diperkirakan akan tetap. Hong Kong juga akan mengumumkan inflasi untuk November 2022 pada hari ini.
Sedangkan, dari Amerika Serikat (AS), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,49%, begitu juga dengan S&P 500 yang terkoreksi 0,90%. Bahkan indeks Nasdaq turun lebih dalam sebesar 1,49% dan menimbulkan kekhawatiran investor terhadap potensi resesi yang meningkat, serta waktu untuk reli akhir tahun hampir habis.
Adapun, sentimen lainnya berasal dari The Fed yang menaikkan perkiraan mereka untuk kenaikan suku bunga di masa depan di atas ekspektasi sebelumnya, dengan mengatakan akan menaikkan suku bunga menjadi 5,1%. Zona Euro akan mengumumkan transaksi berjalan (current account) untuk Oktober 2022 pada hari ini.
Berikut merupakan enam saham rekomendasi BNI Sekuritas untuk Selasa (20/12):
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
Resist: Rp5.025, Rp5.150, Rp5.250, Rp5.350, Rp5.500.
Support: Rp4.920, Rp4.850, Rp4.780, Rp4.710.
Rekomendasi: BUY Rp4.920 – Rp4.950 target Rp5.000, Rp5.025 stop loss di bawah Rp4.820.
PT. Astra International Tbk (ASII)
Resist: Rp5.800, Rp5.850, Rp5.950, Rp6.125.
Support: Rp5.650, Rp5.550, Rp5.450, Rp5.275.
Rekomendasi: BUY Rp5.575 – Rp5.650 target Rp5.850, Rp5.950 stop loss di bawah Rp5.350.
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)
Resist: Rp4.020, Rp4.050, Rp4.110, Rp4.180.
Support: Rp3.940, Rp3.890, Rp3.800, Rp3.760.
Rekomendasi: BUY IF BREAK Rp3.970 target Rp4.020, Rp4.100 stop loss di bawah Rp3.800.
PT. Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES)
Resist: Rp430, Rp438, Rp454, Rp462.
Support: Rp412, Rp400, Rp392, Rp380.
Rekomendasi: BUY IF BREAK Rp422 target Rp438, Rp450 stop loss di bawah Rp400.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Resist: Rp7.400, Rp7.500, Rp7.675, Rp7.900.
Support: Rp7.250, Rp7.150, Rp6.950, Rp6.575.
Rekomendasi: BUY Rp7.250- Rp7.300 target Rp7.500, Rp7.550 stop loss di bawah Rp7.000
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
Resist: Rp1.130, Rp1.155, Rp1.190, Rp1.230.
Support: Rp1.085, Rp1.055, Rp1.015, Rp970.
Rekomendasi: AKUMULASI BUY target Rp1.150, Rp1.180 stop loss di bawah Rp1.050.
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More