Poin Penting
- Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak konsolidasi di kisaran 6.000-6.125.
- IHSG masih bertahan di atas MA20, tetapi Stochastic RSI telah memasuki area overbought.
- Data utang luar negeri Indonesia dan revisi outlook PNBP menjadi sentimen dari dalam negeri.
Jakarta – Manajemen Phintraco Sekuritas menyoroti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini (16/7) secara teknikal diperkirakan bergerak konsolidasi.
“Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level MA20, namun Stochastic RSI sudah berada di area overbought. Sehingga diperkirakan IHSG masih akan berkonsolidasi di kisaran 6.000-6.125,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.
Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (15/7), IHSG ditutup menguat tipis 0,04 persen ke level 6.041,97. Sementara itu, rupiah juga menguat 0,13 persen ke level Rp18.091 per dolar AS, menjadi penguatan terbesar di antara mata uang Asia pada hari tersebut.
Baca juga: IHSG Masih Mampu Dibuka Naik Pagi Ini ke Posisi 6.060
Dari dalam negeri, Bank Indonesia melaporkan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Mei 2026 mencapai USD444,4 miliar atau tumbuh 2,1 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan ULN sektor publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi ULN swasta yang semakin terbatas.
Posisi ULN pemerintah tercatat sebesar USD217,3 miliar atau tumbuh 3,7 persen YoY. Sementara itu, ULN swasta mencapai USD195,9 miliar atau turun 0,1 persen YoY.
Baca juga: Utang Luar Negeri RI Naik Jadi 444,4 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, Ini Penjelasan BI
Selain itu, pemerintah memastikan tidak akan menaikkan tarif pajak sebagai upaya meningkatkan penerimaan negara pada 2026. Namun, pemerintah mulai menaikkan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sejumlah kementerian dan lembaga (K/L).
Kebijakan tersebut diambil di tengah proyeksi penerimaan pajak yang diperkirakan tidak mencapai target APBN 2026.
Di sisi lain, pemerintah merevisi naik outlook PNBP menjadi Rp575,1 triliun atau 125,2 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp459,2 triliun. Nilai tersebut juga diperkirakan tumbuh 6,2 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


