Papan layar pergerakan pasar saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu, 3 Desember 2025, ditutup berbalik melemah ke posisi 8.611,78 atau turun 0,06 persen dari posisi sebelumnya di 8.617,04.
Berdasarkan statistik RTI Business, sebanyak 316 saham terkoreksi, 328 saham menguat, dan 160 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 47,10 miliar saham diperdagangkan dengan 2,73 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp21,28 triliun.
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat ke 8.664 dan Cetak ATH, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini
Lebih lanjut, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak melemah, terlihat dari LQ45 merosot 0,65 persen ke 849,18, JII turun 0,57 persen menjadi 583,51, IDX30 melemah 0,26 persen menjadi 437,53, dan Sri-Kehati merosot 0,17 persen menjadi 380,87.
Meski begitu, mayoritas sektor justru ditutup hijau, antara lain, sektor teknologi naik 1,54 persen, sektor infrastruktur menguat 1,50 persen, sektor transportasi meningkat 1,26 persen, dan sektor siklikal naik 1,14 persen.
Selain itu, sektor properti menguat 0,93 persen, sektor kesehatan meningkat 0,85 persen, sektor industrial naik 0,31 persen, dan sektor non-siklikal menguat 0,27 persen.
Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, Ini Deretan Saham yang Direkomendasikan Analis
Sementara, sektor sisanya melemah, di antaranya adalah sektor bahan baku turun 0,60 persen, sektor keuangan merosot 0,58 persen, dan sektor energi melemah 0,50 persen.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT GTS Internasional Tbk (GTSI), PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF), dan PT Sentul City Tbk (BKSL).
Sedangkan saham top losers adalah PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI), PT Bank Ganesha Tbk (BGTG), dan. PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK).
Baca juga: J.P. Morgan Proyeksikan IHSG Tembus 10.000 pada 2026, Ini Faktor Pendorongnya
Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT GTS Internasional Tbk (GTSI). (*)
Editor: Yulian Saputra
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More