Ilustrasi: Pergerakan pasar saham. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini, 13 November 2024, berbalik ditutup pada zona merah ke level 7.308,67 atau melemah 0,18 persen dari posisi pembukaan di level 7.322,90.
Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 298 saham terkoreksi, 293 saham menguat, dan 200 lainnya stagnan.
Sebanyak 38,42 miliar saham diperdagangkan dengan 1,34 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp11,63 triliun.
Baca juga: IHSG Sesi I Bertahan di Zona Hijau pada Level 7.328
Kemudian indeks-indeks dalam negeri bergerak variatif, dengan IDX30 naik 0,27 persen menjadi 454,02 dan LQ45 menguat 0,22 persen menjadi 886,46.
Sedangkan Sri-Kehati turun 0,07 persen menjadi 395,31 dan JII melemah 0,14 persen menjadi 511,04.
Sementara itu, mayoritas sektor pun bergerak turun, terlihat dari sektor non-siklikal melemah 1,79 persen, sektor properti turun 1,56 persen, sektor infrastruktur merosot 0,52 persen, dan sektor transportasi melemah 0,49 persen.
Selanjutnya sektor bahan baku turun 0,48 persen, sektor kesehatan melemah 0,41 persen, dan sektor energi merosot 0,05 persen.
Sedangkan sektor sisanya mengalami penguatan, yakni sektor teknologi meningkat 1,35 persen, sektor siklikal naik 0,52 persen, sektor keuangan menguat 0,51 persen, dan sektor industrial naik 0,26 persen.
Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat, Simak 4 Saham Unggulan Rekomendasi Analis
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk (NAIK), PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK), dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE).
Sedangkan saham top losers adalah PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), dan PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR).
Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More
Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More
Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More