Pekerja melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis, 13 November 2025, ditutup berbalik pada zona merah ke level 8.371,99 atau melemah 0,20 persen dari level 8.388,56.
Berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 345 saham terkoreksi, 314 saham menguat, dan 154 saham tetap tidak berubah.
Sebanyak 62,36 miliar saham diperdagangkan dengan 2,75 juta kali frekuensi perpindahan tangan, dan total nilai transaksi Rp25,45 triliun.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Menguat 0,21 Persen ke Level 8.405
Selanjutnya, seluruh indeks dalam negeri juga bergerak negatif, terlihat dari IDX30 turun 1,09 persen menjadi 441,25, Sri-Kehati merosot 0,89 persen menjadi 381,21, LQ45 melemah 0,66 persen ke 841,35, dan JII turun 0,52 persen menjadi 580,01.
Meski demikian, mayoritas sektor masih mampu ditutup hijau, dengan sektor energi menguat 1,60 persen, sektor infrastruktur meningkat 1,25 persen, sektor properti naik 1,01 persen, sektor kesehatan menguat 0,97 persen, sektor bahan baku dan sektor keuangan meningkat 0,26 persen.
Sedangkan sektor sisanya melemah, dengan sektor industrial turun 1,50 persen, sektor teknologi merosot 1,23 persen, sektor non-siklikal melemah 0,62 persen, sektor siklikal turun 0,49 persen, dan sektor transportasi merosot 0,40 persen.
Baca juga: 278 Saham Hijau, IHSG Dibuka Menguat ke Posisi 8.406
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA), PT Sillo Maritime Persana Tbk (SHIP), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Sedangkan saham top losers adalah PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Multipolar Tbk (MLPL), dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC).
Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan PT Multipolar Tbk (MLPL). (*)
Editor: Yulian Saputra
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More