Ilustrasi - Pergerakan pasar sahan. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (25/6), indeks harga saham gabungan (IHSG) berbalik dibuka turun ke level 6.875,78 atau melemah 0,19 persen dari level 6.889,16.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan IHSG hari ini, sebanyak 654,93 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 13 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp328,16 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 83 saham terkoreksi, sebanyak 112 saham menguat dan sebanyak 229 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Diprediksi Bergerak Mixed Cenderung Melemah, Ini Sentimen Pemicunya
Sebelumnya, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman, CFP, melihat bahwa pergerakan IHSG secara teknikal hari ini akan berpotensi mengalami pelemahan terbatas.
“Hari ini IHSG berpotensi koreksi terbatas karena masih sepi katalis. Level support IHSG di 6.820-6.870, sedangkan level resist berada di 6.920-6.980,” ucap Fanny dalam risetnya di Jakarta, 25 Juni 2024.
Adapun, dari Wall Street menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada awal pekan terakhir di semester II-2024, terlihat dari Indeks S&P 500 yang turun 0,29 persen menjadi 5.448,89, Nasdaq Composite merosot 1,09 persen menjadi 17.499,17, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,66 persen menjadi 39.408,32 pada perdagangan kemarin (24/6).
Baca juga: Jual Saham Suryacipta Swadaya ke PBL, SSIA Bakal Kantongi Rp2,8 Triliun
Lalu, dari bursa Asia juga bergerak variasi pada perdagangan kemarin, dengan indeks Nikkei 225 naik 0,54 persen dan Topix menguat 0,57 persen. Sedangkan, Hang Seng ditutup flat, Shanghai merosot 1,17 persen, Taiex anjlok 1,89 persen, ASX 200 turun 0,80 persen, dan KOSPI melemah 0,70 persen.
Serta, Straits Times naik 0,25 persen dan FTSE Malaysia turun 0,04 persen. Hal ini dipicu oleh pasar yang sedang berada di titik kritis memasuki semester II-2024 dengan prospek suku bunga kebijakan bank sentral utama yang masih belum jelas. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting PT Bank Amar Indonesia Tbk menyatakan siap memenuhi ketentuan permodalan baru jika OJK… Read More
Poin Penting AXA Mandiri menjaga stabilitas permodalan melalui pengawasan ketat terhadap rasio solvabilitas (Risk Based… Read More
Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More
Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More
Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More
Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More