Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Rabu, 26 Februari 2025, ditutup di zona hijau pada posisi 6.606,17 setelah dibuka di level 6.587,08. IHSG menguat 0,29 persen, meskipun sebelumnya mengalami pergerakan yang fluktuatif.
Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 359 saham terkoreksi, 238 saham menguat, dan 193 tetap tidak berubah. Sebanyak 19,14 miliar saham diperdagangkan dengan 1,06 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi tembus Rp10,85 triliun.
Lebih lanjut, beberapa indeks dalam negeri bergerak variatif, dengan IDX30 naik 0,11 persen menjadi 388,40 dan Sri-Kehati menguat 0,39 persen menjadi 344,46. Sedangkan, LQ45 merosot 0,03 persen menjadi 747,45, dan JII turun 0,43 persen menjadi 439,51.
Baca juga: IHSG Sesi I Berbalik Loyo, Ditutup Turun 0,37 Persen
Mayoritas sektor terlihat bergerak turun tecermin dari sektor non-siklikal melemah 2,00 persen, sektor bahan baku merosot 0,84 persen, sektor industrial turun 0,47 persen, dan sektor properti merosot 0,44 persen.
Selain itu, sektor transportasi turun 0,27 persen, sektor energi merosot 0,21 persen, dan sektor keuangan melemah 0,18 persen.
Sementara sektor lainnya menguat, dengan sektor teknologi meningkat sebanyak 8,72 persen, sektor siklikal naik 0,45 persen, sektor kesehatan menguat 0,43 persen, dan sektor infrastruktur meningkat 0,08 persen.
Baca juga: IHSG Pagi Ini Semringah, Dibuka Rebound ke Level 6.644
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Vastland Indonesia Tbk (VAST), PT Indal Alumunium Industry Tbk (INAI), dan PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO).
Sedangkan saham top losers adalah PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML), PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII), dan PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Wir Asia Tbk (WIRG), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More