Market Update

IHSG Balik ke Level 8.232 usai Trading Halt, Airlangga: Alhamdulillah

Poin Penting

  • IHSG pulih ke level 8.232 usai trading halt, setelah sempat anjlok lebih dari 10 persen ke level terendah 7.481.
  • Respons cepat pemerintah dan OJK dinilai menjadi faktor utama pemulihan pasar saham.
  • Aturan free float minimal 15 persen diproyeksikan meningkatkan transparansi dan menekan praktik saham gorengan.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan usai diberlakukan trading halt pada sesi I perdagangan Kamis (29/1/2026). IHSG ditutup di level 8.232,20, meski masih melemah 1,06 persen

Berdasarkan statistik RTI Business, IHSG sempat menyentuh level terendah di posisi 7.481,98 setelah anjlok lebih dari 10 persen sebelum akhirnya berbalik arah hingga penutupan perdagangan.

Baca juga: Perlahan Rebound, IHSG Ditutup Melemah Tipis ke Level 8.232

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pemulihan IHSG dipicu oleh langkah cepat pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam merespons gejolak pasar saham.

Alhamdulillah wa syukurilah (IHSG pulih). Faktor karena pemerintah merespons dan tadi dengan OJK sudah kita bahas mengenai mekanisme berikutnya,” kata Airlangga saat ditemui di kantornya, di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

Aturan Free Float Dinilai Perkuat Transparansi

Airlangga menyebutkan, rencana penerbitan aturan free float minimal 15 persen oleh OJK dan self-regulatory organization (SRO) dinilai mampu memperbaiki tata kelola dan meningkatkan transparansi pasar.

“Tahap ini cukup. Tapi dalam 15 persen juga harus transparan,” imbuh Airlangga.

Baca juga: Trading Halt Dua Kali, Purbaya: Nggak Usah Takut, IHSG Bakal ke 10.000

Ia menambahkan, keterbukaan data free float akan memperjelas struktur kepemilikan saham dan berperan dalam memitigasi praktik saham gorengan.

“Dalam langkah transparansi daripada free float siapa saja itu kan kelihatan. Jadi itu sudah memitigasi saham gorengan,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Pengumuman! Mulai 1 April 2026, Beli BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter per Hari

Poin Penting Pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi (Pertalite dan solar) maksimal 50 liter per kendaraan… Read More

9 hours ago

Laba Bank Mega Tumbuh 28 Persen pada 2025

Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More

9 hours ago

Refocusing Anggaran, Pemerintah Klaim Bisa Hemat Rp130 Triliun

Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More

9 hours ago

Penyaluran MBG Dipangkas, Potensi Hemat Bisa Tembus Rp20 Triliun

Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More

9 hours ago

KB Bank Bidik Pembiayaan Wholesale Tumbuh 70 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting Kontribusi segmen wholesale mencapai sekitar 64 persen dari total portofolio kredit 2025 dan… Read More

10 hours ago

Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More

10 hours ago