IHSG perdagangan hari ini ditutup stagnan/Erman Subekti
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini kembali ditutup ke zona merah sebesar 5,89 poin atau melemah 0,09% ke level 6681,10 dari dibuka di level 6687,28 pada pembukaan perdagangan hari ini (29/5).
Berdasarkan statistik RTI Business tercatat sebanyak 344 saham terkoreksi, 197 saham menguat, dan 207 saham tetap tidak berubah. Sebanyak 20,02 miliar saham diperdagangkan dengan 1,29 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp8,49 triliun.
Meski begitu seluruh indeks mengalami penguatan, dengan IDX30 menguat 0,48% menjadi 492,54, JII menguat 0,97% menjadi 541,44, LQ45 menguat 0,46% menjadi 946,58 dan SRI-KEHATI menguat 0,49% menjadi 440,98.
Kemudian, hanya beberapa sektor yang mengalami penguatan, sektor tersebut adalah sektor teknologi menguat 1,83%, sektor kesehatan menguat 0,23%, dan sektor infrastruktur menguat 0,24%.
Sedangkan, sektor lainnya menunjukkan pelemahan. Sektor tersebut di antaranya, sektor transportasi melemah 1,54%, sektor siklikal melemah 1,04%, sektor industrial melemah 1,01%, sektor energi melemah 0,66%, sektor properti melemah 0,30%, sektor keuangan melemah 0,23%, sektor bahan baku melemah 0,17%, dan sektor non-siklikal melemah 0,01%.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP), PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA), dan PT Sat Nusapersada Tbk (PTSN). Sedangkan saham top losers adalah PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM).
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU), PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), dan PT Darmi Bersaudara Tbk (KAYU). (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More