Market Update

IHSG Awal Pekan Dibuka Ambles 3,12 Persen ke Level 7.348

Poin Penting

  • IHSG dibuka melemah tajam 3,12 persen ke level 7.348,63 pada awal perdagangan Senin (9/3), dengan 488 saham terkoreksi.
  • Sentimen geopolitik dan pelemahan indeks global menjadi tekanan utama pasar, setelah IHSG juga turun 7,8 persen sepanjang pekan lalu.
  • Analis merekomendasikan trading idea pada saham JARR (buy on weakness) dan DSNG (accumulative buy) berdasarkan sinyal teknikal.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka dengan melanjutkan koreksinya ke level 7.348,63 dari posisi 7.585,68 atau melemah 3,12 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9:00 WIB, Senin (9/3).

Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 1,78 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 107 ribu kali. Total nilai transaksi mencapai Rp932,35 miliar. 

Kemudian, tercatat terdapat 488 saham terkoreksi, sebanyak 55 saham menguat dan sebanyak 129 saham tetap tidak berubah.

Baca juga: IHSG Berpotensi Melemah, Berikut Sentimen Pemicunya

Sebelumnya, Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, melihat IHSG pada hari ini diperkirakan akan mengalami pelemahan seiring masih adanya ketegangan geopolitik.

“Saat ini IHSG diproyeksikan melemah di tengah ketegangan geopolitik serta indeks regional yang melemah cukup dalam,” katanya dalam risetnya di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

Pada perdagangan pekan lalu, IHSG tercatat melemah 7,8 persen. Saham-saham kapitalisasi besar seperti BBRI, BBCA dan BYAN menjadi pemberat utama indeks pada akhir pekan.

Secara teknikal, pergerakan IHSG juga telah menyentuh level support di area 7.510.

Indeks Global Turut Terkoreksi

Tekanan pasar juga datang dari pelemahan indeks global dan regional. Indeks S&P 500 tercatat turun 1,6 persen, Nasdaq melemah 1,7 persen, sementara Nikkei anjlok ke level 52.400.

Baca juga: IHSG Sepekan Melemah 7,89 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp13.627 T

Investor saat ini mencermati potensi lonjakan biaya energi yang dikhawatirkan memicu inflasi tinggi. Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan suku bunga global yang pada akhirnya menekan pasar obligasi dan saham.

Rekomendasi Saham

Adapun, sejumlah trading idea hari ini, antara lain:

  • JARR (Buy On Weakness) Entry 2.020-2.090, Target price 1: 2.260 target price 2: 2.380. Stoploss jika ditutup dibawah 1.940 JARR membentuk candle dragonfly doji potensial reversal serta stochastic oversold.
  • DSNG (Accumulative buy) Entry 1.365-1.405, Target price 1: 1.460 target price 2: 1.545  Mampu ditutup diatas MA 20, MACD goldencross. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Literasi dan Inklusi Keuangan; Beberapa Catatan Ringan

Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) DI era serbakekinian, keberadaan teknologi… Read More

5 mins ago

Tips Manfaatkan THR untuk Investasi Emas, Bisa Mulai dari Nominal Kecil

Poin Penting Momentum THR dapat dimanfaatkan untuk mulai investasi emas yang relatif stabil dan mudah… Read More

30 mins ago

Rupiah Sempat Tembus Rp17.000 per USD, BI Diminta Prioritaskan Stabilisasi Nilai Tukar

Poin Penting Rupiah sempat menembus Rp17.015 per dolar AS akibat kombinasi sentimen global, terutama eskalasi… Read More

48 mins ago

Sinergi Askrindo dan Bank BTN Dorong Kepastian Usaha Sektor Konstruksi dan Non-Konstruksi

Poin Penting Askrindo dan Bank BTN menandatangani kerja sama fasilitas kontra bank garansi dengan nilai… Read More

3 hours ago

Harga Minyak Tembus USD100, Bursa Saham Asia Rontok Akibat Konflik Timur Tengah

Poin Penting Harga minyak dunia melonjak hingga sekitar USD111 per barel, pertama kali menembus USD100… Read More

3 hours ago

Update Harga Emas Hari Ini (9/3): Galeri24-UBS Stabil, Antam Anjlok Rp55.000

Poin Penting Harga emas Antam turun tajam Rp55.000 menjadi Rp3.004.000 per gram pada perdagangan 9… Read More

3 hours ago