Ilustrasi: Papan pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – MNC Sekuritas menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini, Senin, 22 September 2025, masih berpeluang melanjutkan penguatan ke level 8.102–8.125.
“Posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 3, sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke 8.102-8.125,” tulis manajemen dalam risetnya di Jakarta, Senin, 22 September 2025.
Pada perdagangan Jumat lalu, 19 September 2025, IHSG ditutup menguat 0,53 persen ke level 8.051,11 dari 8.008,43. Kenaikan tersebut disertai dengan munculnya volume pembelian.
Baca juga: IHSG Sepekan Menguat 2,51 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp14.632 Triliun
Adapun, MNC Sekuritas juga merekomendasikan beberapa saham untuk hari ini, di antaranya adalah PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
AADI menguat 1,79 persen ke 7.100 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun masih cenderung konsolidasi dalam jangka pendek. Kami perkirakan, posisi AADI saat ini masih berada pada bagian dari wave (ii) dari wave [iii].
Buy on Weakness: 6.825-7.000
Target Price: 7.425, 7.650
Stoploss: below 6.700
BMRI terkoreksi 0,90 persen ke 4.380 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Saat ini, posisi BMRI diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [y] dari wave B.
Buy on Weakness: 4.070-4.250
Target Price: 4.580, 4.730
Stoploss: below 3.990
Baca juga: Harga Saham BMRI Menguat 1,55 Persen usai Gelar RUPSLB
MBMA bergerak flat ke 470 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya masih cenderung konsolidasi dan berada di atas MA60. Kami perkirakan, posisi MBMA saat ini sedang berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [i].
Buy on Weakness: 450-466
Target Price: 500, 525
Stoploss: below 436
TPIA terkoreksi ke 8.000 dan masih didominasi oleh tekanan jual, pergerakannya pun masih berada di bawah MA20. Kami perkirakan, posisi TPIA sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave Y. Hal tersebut berarti, TPIA masih rawan melanjutkan koreksinya ke 6.975-7.350.
Sell on Strength: 8.050-8.100. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Serangan AS dan Israel ke Iran telah mendorong kenaikan harga minyak dunia dan… Read More
Poin Penting APINDO memperingatkan eskalasi konflik AS-Israel vs Iran berisiko memicu lonjakan harga energi global,… Read More
Poin Penting Bank Indonesia (BI) memastikan stabilitas nilai tukar rupiah di tengah eskalasi konflik Timur… Read More
Poin Penting KISI Challenge 2026 sukses menarik lebih dari 5.000 investor untuk bertransaksi melalui aplikasi… Read More
Poin Penting BSI Fest Ramadan 2026 digelar di 9 kota besar dengan promo unggulan diskon… Read More
Poin Penting Try Sutrisno meninggal dunia pada Senin pukul 07.00 WIB di RSPAD Gatot Soebroto,… Read More