Market Update

IHSG Anjlok Hampir 15 Persen, Ini Pesan BEI untuk Investor

Poin Penting

  • IHSG anjlok hampir 15% dalam dua hari, dipicu sentimen negatif dari penilaian MSCI terhadap pasar saham Indonesia.
  • BEI mengimbau investor tidak panik dan tidak mendasarkan keputusan jual beli hanya pada persepsi pihak luar.
  • Fundamental emiten dinilai masih solid, sehingga peluang pemulihan IHSG tetap terbuka seiring kondisi ekonomi nasional yang positif.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan dalam dua hari terakhir. Secara kumulatif, IHSG tercatat melemah hampir 15 persen sejak perdagangan Rabu (28/1) hingga Kamis (29/1).

Tekanan terhadap IHSG tak lepas dari dampak penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap sistem pasar saham Indonesia yang memicu sentimen negatif di kalangan pelaku pasar.

Menanggapi kondisi tersebut, Senior Advisor to Listing Directorate Bursa Efek Indonesia (BEI), Saptono Adi Junarso, mengimbau investor agar tidak menjadikan persepsi pihak luar sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan jual beli saham.

Ia menegaskan pentingnya menjadikan fundamental emiten sebagai acuan utama dalam berinvestasi.

“Ini saya pribadi, kalau mau invest kan kita lihat fundamental perusahaan, gitu kan. Jadi, menurut saya seharusnya tak perlu terlalu panik. Kecuali kamu catch up harga, tapi jika invest beneran, kamu lihat perusahaannya, bukan lihat harganya,” sebut Saptono saat ditemui di sela-sela acara Indonesia PE-VC Summit 2026 di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

Baca juga: BEI Pacu Revisi Regulasi, Target Rampung Sebelum Tenggat MSCI Mei 2026

Saptono menjelaskan, jika kinerja dan prospek perusahaan dinilai baik, maka saham emiten tersebut tetap layak untuk dikoleksi. Sebaliknya, jika prospek tidak menjanjikan, investor sebaiknya menghindarinya.

Karena itu, ia meminta investor agar tidak terlalu reaktif menyikapi fluktuasi pasar jangka pendek.

“Ya orang takut boleh-boleh saja, tapi pada intinya investor itu seharusnya lebih fundamental. Bukan cuma sekadar melihat harga naik atau turun, itu kan dinamika ya,” beber Saptono.

Baca juga: IHSG Balik ke Level 8.232 usai Trading Halt, Airlangga: Alhamdulillah
Baca juga: Trading Halt Dua Kali, Purbaya: Nggak Usah Takut, IHSG Bakal ke 10.000

Lebih lanjut Saptono menilai, fundamental mayoritas emiten di Indonesia masih berada dalam kondisi yang baik, sejalan dengan perekonomian nasional yang dinilai tetap positif.

“Saya kira sih peluang untuk dia kembali kepada harga yang seharusnya, itu rasanya ada lah,” pungkasnya. (*) Steven Widjaja

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Rilis Fitur Basic Talent Search, Jobstreet Targetkan Ini di 2026

Poin Penting Jobstreet meluncurkan fitur Basic Talent Search yang memberi akses hingga 50 juta profil… Read More

5 hours ago

Ini Alasan Komisi XI DPR Pilih Friderica Widyasari Dewi jadi Ketua OJK

Poin Penting Komisi XI DPR menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

7 hours ago

Profil 5 Pimpinan Baru OJK 2026-2031 Hasil Fit and Proper Test DPR

Poin Penting Komisi XI DPR RI menetapkan lima anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 setelah… Read More

7 hours ago

Bank Aladin Syariah Perkuat Ekosistem dan Social Finance untuk Dorong Pertumbuhan 2026

Poin Penting Bank Aladin Syariah menargetkan pertumbuhan 9-11 persen pada 2026 dengan memperkuat layanan digital… Read More

8 hours ago

BNI Siapkan Layanan Terbatas saat Libur Lebaran, Puluhan Outlet Tetap Beroperasi

Poin Penting BNI membuka layanan terbatas di 23 outlet pada 20 Maret 2026 dan 32… Read More

8 hours ago

Perbarindo Adakan Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim

Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) menyelenggarakan acara buka bersama yang dihadiri oleh anggota sekaligus… Read More

8 hours ago